Buka Pertemuan Bisnis di Hannover, Jokowi: So Please, Come and Invest
Senin, 17 April 2023 - 21:19 WIB
loading...
Jokowi mengajak pengusaha di Jerman untuk berinvestasi di Indonesia. Foto/BiroSetPres
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) mengajak Jerman untuk menjadi bagian penting dari kemajuan bersama dengan terus menjalin kemitraan bisnis yang saling menguntungkan. Apalagi, kemitraan bisnis tersebut telah terjadi sejak abad ke-18.
Baca juga: Presiden Jokowi Gelar Pertemuan Bilateral dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz
"Kemitraan Indonesia-Jerman ini dapat menjadi contoh baik kemitraan Utara-Selatan, kemitraan yang setara, saling menghormati, saling menguntungkan dan ini adalah wajah kemitraan untuk masa depan," kata Presiden dalam sambutannya pada pembukaan pertemuan bisnis di Hall 2 Hannover Fairground, Hannover, Jerman, pada Senin (17/4/2023).
Presiden menjelaskan tiga langkah yang menjadi prioritas Indonesia saat ini. Dalam bidang hilirisasi industri, Indonesia siap menjadi mitra pengembangan industri semikonduktor dan produksi baterai kendaraan listrik dalam rangka meningkatkan nilai tambah dan membuka lapangan kerja.
"Saya mengharapkan dukungan para pebisnis Jerman untuk menjadikan Indonesia bagian rantai pasok cip global," jelasnya.
Selanjutnya dalam transisi energi, Presiden menuturkan bahwa Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan dunia yang lebih baik. Presiden menambahkan, potensi energi baru terbarukan Indonesia sangat besar, yakni 434 ribu megawatt.
"Kami membutuhkan dukungan terutama terkait dengan pembiayaan inovatif, transfer teknologi tinggi, re-skilling tenaga kerja," katanya.
Baca juga: Presiden Jokowi Gelar Pertemuan Bilateral dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz
"Kemitraan Indonesia-Jerman ini dapat menjadi contoh baik kemitraan Utara-Selatan, kemitraan yang setara, saling menghormati, saling menguntungkan dan ini adalah wajah kemitraan untuk masa depan," kata Presiden dalam sambutannya pada pembukaan pertemuan bisnis di Hall 2 Hannover Fairground, Hannover, Jerman, pada Senin (17/4/2023).
Presiden menjelaskan tiga langkah yang menjadi prioritas Indonesia saat ini. Dalam bidang hilirisasi industri, Indonesia siap menjadi mitra pengembangan industri semikonduktor dan produksi baterai kendaraan listrik dalam rangka meningkatkan nilai tambah dan membuka lapangan kerja.
"Saya mengharapkan dukungan para pebisnis Jerman untuk menjadikan Indonesia bagian rantai pasok cip global," jelasnya.
Selanjutnya dalam transisi energi, Presiden menuturkan bahwa Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan dunia yang lebih baik. Presiden menambahkan, potensi energi baru terbarukan Indonesia sangat besar, yakni 434 ribu megawatt.
"Kami membutuhkan dukungan terutama terkait dengan pembiayaan inovatif, transfer teknologi tinggi, re-skilling tenaga kerja," katanya.
Lihat Juga :