Duet Rusia-China Disebut Sebagai Ancaman Bagi Ekonomi Belanda
Senin, 24 April 2023 - 22:42 WIB
loading...
Rusia dan China disebut menimbulkan ancaman terbesar bagi keamanan ekonomi nasional Belanda, benarkah?. Foto/Dok
A
A
A
AMSTERDAM - Rusia dan China disebut menimbulkan ancaman terbesar bagi keamanan ekonomi nasional Belanda , menurut badan intelijen Belanda.
Beijing sendiri merupakan mitra dagang penting Belanda, tetapi "menimbulkan ancaman terbesar bagi keamanan ekonomi Belanda,". Hal ini disampaikan oleh Badan Intelijen dan Keamanan Umum atau yang dikenal dengan inisial AIVD dalam laporan tahunan yang diterbitkan pekan ini.
Baca Juga: Elon Musk Peringatkan Tentang Aliansi China-Rusia
AIVD mengatakan, China menargetkan perusahaan dan institusi teknologi tinggi Belanda melalui "pengambilalihan perusahaan, kerja sama akademis, serta spionase (digital) yang tidak sah, insiders, investasi rahasia dan ekspor ilegal."
Laporan itu muncul ketika Belanda mengumumkan, rencana untuk memperluas pembatasan peralatan semikonduktor di bawah tekanan dari pemerintahan Biden ketika AS (Amerika Serikat) berusaha untuk merusak kapasitas produksi chip China yang terus meningkat.
Baca Juga: Putin: Rusia Tidak Menjalin Aliansi Militer dengan China
Hal ini juga mengikuti laporan intelijen sebelumnya oleh AIVD yang mengatakan, Rusia telah secara diam-diam memetakan infrastruktur Belanda di Laut Utara dan "melakukan kegiatan yang mengindikasikan spionase dan persiapan tindakan untuk melakukan gangguan dan sabotase."
Beijing sendiri merupakan mitra dagang penting Belanda, tetapi "menimbulkan ancaman terbesar bagi keamanan ekonomi Belanda,". Hal ini disampaikan oleh Badan Intelijen dan Keamanan Umum atau yang dikenal dengan inisial AIVD dalam laporan tahunan yang diterbitkan pekan ini.
Baca Juga: Elon Musk Peringatkan Tentang Aliansi China-Rusia
AIVD mengatakan, China menargetkan perusahaan dan institusi teknologi tinggi Belanda melalui "pengambilalihan perusahaan, kerja sama akademis, serta spionase (digital) yang tidak sah, insiders, investasi rahasia dan ekspor ilegal."
Laporan itu muncul ketika Belanda mengumumkan, rencana untuk memperluas pembatasan peralatan semikonduktor di bawah tekanan dari pemerintahan Biden ketika AS (Amerika Serikat) berusaha untuk merusak kapasitas produksi chip China yang terus meningkat.
Baca Juga: Putin: Rusia Tidak Menjalin Aliansi Militer dengan China
Hal ini juga mengikuti laporan intelijen sebelumnya oleh AIVD yang mengatakan, Rusia telah secara diam-diam memetakan infrastruktur Belanda di Laut Utara dan "melakukan kegiatan yang mengindikasikan spionase dan persiapan tindakan untuk melakukan gangguan dan sabotase."
Lihat Juga :