Elon Musk Peringatkan Tentang Aliansi China-Rusia
Senin, 27 Februari 2023 - 10:44 WIB
loading...
CEO Tesla, Elon Musk memperingatkan, bahwa perang Rusia Ukraina yang berkepanjangan bisa mengarah pada aliansi dua rezim komunis. Foto/Dok
A
A
A
CALIFORNIA - CEO Tesla, Elon Musk memperingatkan, bahwa perang Rusia Ukraina yang berkepanjangan bisa mengarah pada aliansi dua rezim komunis. Perang kali ini diperkirakan bakal membuat ada dua kubu, di satu sisi ada Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutu NATO-nya.
Sedangkan pada sisi lain ada sebuah blok yang dipimpin oleh China dan Rusia?. Bahkan jika tidak melangkah sejauh itu, Elon Musk menyakini, perang Ukraina bakal bergerak menuju aliansi Rusia-China karena Presiden Vladimir Putin menjadi semakin terisolasi di panggung internasional.
Baca Juga: China dan Rusia Makin Lengket, Perdagangan Kedua Negara Tembus Rekor Rp 2.860 Triliun
Kekhawatiran tersebut disampaikan oleh orang paling kaya kedua sejagat dalam sebuah cuitan di Twitter. Hal ini bermula dari David Sacks, seorang investor teknologi dan teman Musk yang menyatakan keprihatinan bahwa dukungan AS untuk Ukraina melalui NATO akan membawa China dan Rusia lebih dekat.
Menurutnya, akan menjadi kebalikan dari strategi AS selama Perang Dingin. Saat itu Washington telah berhasil menghindari aliansi antara dua rezim komunis.
"Selama Perang Dingin, AS melakukan upaya untuk menjaga Rusia dan China tetap terpecah, meskipun keduanya adalah rezim komunis yang kuat," tulis Sacks di Twitter pada 23 Februari.
Baca Juga: Rusia dan China Semakin Lengket, NATO Cari Teman Baru di Indo-Pasifik
"Sekarang kami mendorong mereka lebih dekat bersama-sama sebagai akibat dari perang Biden melawan otokrasi. Ini berbahaya dan bodoh," ungkapnya.
Sedangkan pada sisi lain ada sebuah blok yang dipimpin oleh China dan Rusia?. Bahkan jika tidak melangkah sejauh itu, Elon Musk menyakini, perang Ukraina bakal bergerak menuju aliansi Rusia-China karena Presiden Vladimir Putin menjadi semakin terisolasi di panggung internasional.
Baca Juga: China dan Rusia Makin Lengket, Perdagangan Kedua Negara Tembus Rekor Rp 2.860 Triliun
Kekhawatiran tersebut disampaikan oleh orang paling kaya kedua sejagat dalam sebuah cuitan di Twitter. Hal ini bermula dari David Sacks, seorang investor teknologi dan teman Musk yang menyatakan keprihatinan bahwa dukungan AS untuk Ukraina melalui NATO akan membawa China dan Rusia lebih dekat.
Menurutnya, akan menjadi kebalikan dari strategi AS selama Perang Dingin. Saat itu Washington telah berhasil menghindari aliansi antara dua rezim komunis.
"Selama Perang Dingin, AS melakukan upaya untuk menjaga Rusia dan China tetap terpecah, meskipun keduanya adalah rezim komunis yang kuat," tulis Sacks di Twitter pada 23 Februari.
Baca Juga: Rusia dan China Semakin Lengket, NATO Cari Teman Baru di Indo-Pasifik
"Sekarang kami mendorong mereka lebih dekat bersama-sama sebagai akibat dari perang Biden melawan otokrasi. Ini berbahaya dan bodoh," ungkapnya.
Lihat Juga :