Profil Jerome Powell, Kepala Bank Sentral AS yang Baru Kena Prank Orang Rusia
Selasa, 02 Mei 2023 - 14:55 WIB
loading...
Gubernur Federal Reserve alias The Fed, Jerome Powell menjadi salah satu tokoh sentral dalam perekonomian AS, berikut profil dan sepak terjang Bos Bank Sentral AS itu. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Gubernur Federal Reserve alias The Fed , Jerome Powell menjadi salah satu tokoh sentral dalam perekonomian Amerika Serikat (AS) di tengah ancaman krisis yang membayangi Negeri Paman Sam -julukan AS-. Berikut profil dan sepak terjang Gubernur Bank Sentral AS itu.
Baca Juga: Bos Bank Sentral Amerika Serikat Kena Prank Rusia
Powell merupakan orang dari Partai Republik, sama dengan Donald Trump. Ia merupakan mantan eksekutif di Carlyle Group, salah satu lembaga keuangan yang bermarkas di Washington.
Setelah keluar dari Carlyle, alumnus Princeton University itu pada 2010 masuk ke Pusat Kebijakan Bipartisan, sebuah lembaga think tank di Washington. Pada 25 Mei 2012, ia diminta oleh Barack Obama untuk menjadi anggota Dewan Gubernur Federal Reserve.
Pria kelahiran Washington DC pada 4 Februari 1953 ini, dipercaya menyetir The Fed sejak 2018. Ia merupakan Ketua Federal Reserve ke-16 yang mulai menjabat pada Februari 2018. Ia dicalonkan oleh Presiden Donald Trump dan disetujui oleh Senat Amerika Serikat.
Baca Juga: Dituding Lemahkan Perbankan AS, Gubernur The Fed Jerome Powell Disebut 'Pria Berbahaya'
Powell mendapat gelar S1 politik dari Universitas Princeton tahun 1975 dan Juris Doctor dari Georgetown University Law Center tahun 1979. Ia mengawali karier di perbankan investasi pada tahun 1984 dan sejak saat itu bekerja di sejumlah lembaga keuangan.
Ia sempat menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan Bidang Keuangan Dalam Negeri pada masa pemerintahan George H. W. Bush tahun 1992. Powell merupakan peneliti tamu di Bipartisan Policy Center pada tahun 2010 sampai 2012. Ia pernah menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur Federal
Powell sendiri sejatinya merupakan seorang pengacara bukan ekonom PhD seperti Yellen dan dua pemegang jabatan Bos The Fed sebelumnya Ben Bernanke dan Alan Greenspan.
Namun Powell dengan cepat belajar dan dengan sadar menghabiskan banyak waktu bersama staf dan kolega untuk belajar sedalam dan setulus mungkin. Selain latar belakangnya bukan ahli ekonomi, Powell juga sempat diragukan karena ia seorang pengusaha.
Selama di Carlyle, ia memperluas kekayaannya. Situs Wikipedia mencatat kekayaan bersihnya antara USD19,7 juta hingga USD55 juta. Powell menjadi Bos The Fed terkaya sejak bankir Marriner Eccles yang memegang jabatan The Fed 1934-1948.
Karena sifatnya yang "kalem", menurut CNBC, pasar menilai Powell sebagai pemimpin yang "membosankan" bagi pelaku pasar di Wall Street. Beberapa kalangan menilainya cenderung tunduk pada kepentingan bank-bank besar.
Powell awalnya merupakan seorang dovish seperti halnya Yellen, yaitu tidak agresif untuk menaikkan suku bunga terlalu cepat. Namun belakangan Ia dipaksa mengkerek suku bunga di tengah lonjakan Inflasi saat Pandemi Covid-19 melanda.
Sebelumnya Powell sempat dituding sedang berupaya melemahkan sistem perbankan negara melalui sejumlah kebijakan yang dibuatnya. Hal itu disampaikan oleh Senator Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) Elizabeth Warren pada 2021 lalu.
"Apa yang Anda perbuat membuat saya benar-benar khawatir. Berkali-kali, Anda bertindak membuat sistem perbankan kita kurang aman, dan itu menjadikan Anda sebagai seseorang pria yang berbahaya jika memimpin The Fed (di periode) selanjutnya," tegas senator perwakilan wilayah Massachusetts itu pada 2021 lalu.
Powell tidak memberikan tanggapannya menyusul komentar Warren tersebut. Adapun menurut Warren, langkah deregulasi sistem perbankan dapat menyebabkan krisis seperti yang dialami Amerika Serikat pada 2008-2009.
Pada 2022, Presiden Joe Biden kembali menunjuk Jerome Powell sebagai kepala Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve. Biden menilai Powell telah memainkan peran penting dalam membantu AS pulih dari kemunduran ekonomi terburuk yang disebabkan oleh pandemi virus corona.
Sebelumnya Powell menjadi korban orang iseng Rusia yang meneleponnya dengan berpura-para jadi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Video call Gubernur bank sentral AS ( The Fed ) Jerome Powell itu kemudian disebarkan di televisi Rusia.
Baca Juga: Bos Bank Sentral Amerika Serikat Kena Prank Rusia
Powell merupakan orang dari Partai Republik, sama dengan Donald Trump. Ia merupakan mantan eksekutif di Carlyle Group, salah satu lembaga keuangan yang bermarkas di Washington.
Setelah keluar dari Carlyle, alumnus Princeton University itu pada 2010 masuk ke Pusat Kebijakan Bipartisan, sebuah lembaga think tank di Washington. Pada 25 Mei 2012, ia diminta oleh Barack Obama untuk menjadi anggota Dewan Gubernur Federal Reserve.
Pria kelahiran Washington DC pada 4 Februari 1953 ini, dipercaya menyetir The Fed sejak 2018. Ia merupakan Ketua Federal Reserve ke-16 yang mulai menjabat pada Februari 2018. Ia dicalonkan oleh Presiden Donald Trump dan disetujui oleh Senat Amerika Serikat.
Baca Juga: Dituding Lemahkan Perbankan AS, Gubernur The Fed Jerome Powell Disebut 'Pria Berbahaya'
Powell mendapat gelar S1 politik dari Universitas Princeton tahun 1975 dan Juris Doctor dari Georgetown University Law Center tahun 1979. Ia mengawali karier di perbankan investasi pada tahun 1984 dan sejak saat itu bekerja di sejumlah lembaga keuangan.
Ia sempat menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan Bidang Keuangan Dalam Negeri pada masa pemerintahan George H. W. Bush tahun 1992. Powell merupakan peneliti tamu di Bipartisan Policy Center pada tahun 2010 sampai 2012. Ia pernah menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur Federal
Powell sendiri sejatinya merupakan seorang pengacara bukan ekonom PhD seperti Yellen dan dua pemegang jabatan Bos The Fed sebelumnya Ben Bernanke dan Alan Greenspan.
Namun Powell dengan cepat belajar dan dengan sadar menghabiskan banyak waktu bersama staf dan kolega untuk belajar sedalam dan setulus mungkin. Selain latar belakangnya bukan ahli ekonomi, Powell juga sempat diragukan karena ia seorang pengusaha.
Selama di Carlyle, ia memperluas kekayaannya. Situs Wikipedia mencatat kekayaan bersihnya antara USD19,7 juta hingga USD55 juta. Powell menjadi Bos The Fed terkaya sejak bankir Marriner Eccles yang memegang jabatan The Fed 1934-1948.
Karena sifatnya yang "kalem", menurut CNBC, pasar menilai Powell sebagai pemimpin yang "membosankan" bagi pelaku pasar di Wall Street. Beberapa kalangan menilainya cenderung tunduk pada kepentingan bank-bank besar.
Powell awalnya merupakan seorang dovish seperti halnya Yellen, yaitu tidak agresif untuk menaikkan suku bunga terlalu cepat. Namun belakangan Ia dipaksa mengkerek suku bunga di tengah lonjakan Inflasi saat Pandemi Covid-19 melanda.
Sebelumnya Powell sempat dituding sedang berupaya melemahkan sistem perbankan negara melalui sejumlah kebijakan yang dibuatnya. Hal itu disampaikan oleh Senator Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) Elizabeth Warren pada 2021 lalu.
"Apa yang Anda perbuat membuat saya benar-benar khawatir. Berkali-kali, Anda bertindak membuat sistem perbankan kita kurang aman, dan itu menjadikan Anda sebagai seseorang pria yang berbahaya jika memimpin The Fed (di periode) selanjutnya," tegas senator perwakilan wilayah Massachusetts itu pada 2021 lalu.
Powell tidak memberikan tanggapannya menyusul komentar Warren tersebut. Adapun menurut Warren, langkah deregulasi sistem perbankan dapat menyebabkan krisis seperti yang dialami Amerika Serikat pada 2008-2009.
Pada 2022, Presiden Joe Biden kembali menunjuk Jerome Powell sebagai kepala Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve. Biden menilai Powell telah memainkan peran penting dalam membantu AS pulih dari kemunduran ekonomi terburuk yang disebabkan oleh pandemi virus corona.
Sebelumnya Powell menjadi korban orang iseng Rusia yang meneleponnya dengan berpura-para jadi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Video call Gubernur bank sentral AS ( The Fed ) Jerome Powell itu kemudian disebarkan di televisi Rusia.
(akr)
Lihat Juga :