Gawat, The Fed Tidak Bisa Melindungi AS dari Gagal Bayar Utang

Kamis, 04 Mei 2023 - 12:19 WIB
loading...
Gawat, The Fed Tidak...
Ketua Federal Reserve Jerome Powell dalam konferensi pers setelah rilis keputusan kebijakan suku bunga Fed AS, di Washington, AS, 3 Mei 2023. FOTO/Reuters/Kevin Lamarque
A A A
JAKARTA - Federal Reserve Amerika Serikat (AS) mengungkapkan tidak dapat melindungi ekonomi AS dari gagal bayar utang. Ketua Fed Jerome Powell mengungkapkan bahwa pemerintah AS harus mampu membayar seluruh tagihan utangnya.

Mengutip Reuters, Powell mengatakan keputusan kenaikan suku bunga terbaru Fed untuk menyelesaikan kebuntuan pagu utang antara Partai Republik dan Demokrat adalah masalah kongres dan pemerintahan Joe Biden.

"Kami tidak memberikan nasihat kepada kedua belah pihak," kata Powell. "Kami hanya akan menunjukkan bahwa sangat penting ini dilakukan," jelasnya.

Baca Juga: AS Terancam Gagal Bayar Utang Rp461.000 Triliun, Pasar Keuangan Global Bisa Terguncang

Dia menandaskan gagal bayar utang belum pernah terjadi sebelumnya dan memiliki konsekuensi tidak pasti dan beragam bagi ekonomi AS.

"Kita bahkan tidak boleh berbicara kepada dunia di mana AS tidak bisa membayar tagihan. Itu seharusnya tidak apa-apa," kata Powell.

"Tidak seorang pun boleh berasumsi bahwa The Fed benar-benar dapat melindungi ekonomi dan sistem keuangan serta reputasi kita secara global dari keterpurukan yang mungkin ditimbulkan peristiwa semacam itu," tambahnya.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen sebelumnya mengatakan soal kewajiban pembayaran AS karena kekurangan uang tunai dapat terjadi paling cepat 1 Juni 2023 sebagai peringatan pada perlunya tindakan mendesak untuk meningkatkan batas pinjaman.

Baca Juga: Gawat, Amerika Serikat Terancam Kehabisan Uang Tunai per 1 Juni 2023

Presiden Joe Biden bereaksi dengan memanggil empat pemimpin puncak kongres ke Gedung Putih pada 9 Mei 2023. Namun, masih belum jelas apakah akan membuka negosiasi atas tuntutan pemotongan pengeluaran Partai Republik atau terus bersikeras pada peningkatan pagu utang.

Yellen memperingatkan default pagu utang akan menyebabkan kesulitan parah bagi ekonomi keluarga di AS karena berakibat pada bunga pinjaman yang semakin meningkat.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Jalan Terjal Iran di...
Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata
Rekomendasi
Lansia 70 Tahun di PIK...
Lansia 70 Tahun di PIK Nyaris Diculik, Pelaku Kini Diburu Polisi
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved