Ada Virus Flu Afrika pada Babi Hidup Asal Batam, Ini Respons Kemendag

Kamis, 04 Mei 2023 - 16:28 WIB
loading...
Ada Virus Flu Afrika...
Kemendag menanggapi ihwal Badan Pangan Singapura yang menemukan virus flu Afrika atau African Swine Fever (ASF) pada babi hidup yang diekspor dari Pulau Bulan, Batam. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menanggapi ihwal Badan Pangan Singapura yang menemukan virus flu Afrika atau African Swine Fever (ASF) pada babi hidup yang diekspor dari Pulau Bulan, Batam, Kepulauan Riau.

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Didi Sumedi mengatakan, pihaknya tengah mempelajari temuan otorita negeri jiran tersebut.

"Kita sedang dalami temuan itu seperti apa dan kita akan lakukan cek ke produsen yang ditemukan virus itu," kata Didi di Kemendag, Jakarta, Kamis (4/5/2023).

Jika nanti saat pengujian ditemukan bahwa virus itu benar adanya, Kemendag akan berembuk guna mencari jalan keluar persoalan ini agar cepat dituntaskan dan aktivitas ekspor bisa berjalan lagi.

Pasalnya, imbas kasus ini pemerintah Singapura telah memberhentikan sementara impor babi hidup dari Indonesia. Padahal, peternakan babi terbesar itu memasok 15% kebutuhan daging babi warga Singapura.

Menurut Didi, semestinya importir harus mengikuti alur pengecekan sebelum mengirim produknya. Pemeriksaan dilakukan sesuai prosedur impor yang ditentukan oleh negara tujuan. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisasi tercemarnya produk akibat virus dari luar.

Setelah itu, Badan Karantina juga akan memastikan produk tersebut lolos ekspor atau tidak. Pihak Singapura sebagai pengimpor pun juga akan memastikan apakah produk yang sampai sesuai standarisasi mereka atau tidak.

Baca juga: Diperiksa 12 Jam Kasus Makan Babi Baca Bismillah, TikToker Lina Mukherjee Kelelahan

Lebih lanjut, Didi menambahkan, guna mengoptimalkan kasus ini, pihaknya akan berdiskusi dengan Kementerian Pertanian agar dapat membantu dari sisi pengawasan terhadap wilayah peternakan di Pulau Bulan, Batam tersebut.

Pemerintah akan melakukan pengetatan batas zonasi supaya tidak ada babi hidup yang ke luar dari Batam. "Zonasi ini akan diperketat di Batam, jadi jangan sampai penularan makin luas," tukasnya.

Sebelumnya, seperti dikutip dari Strait Times, virus ASF ditemukan pada bangkai babi di rumah pemotongan hewan di Jurong, Singapura. Diketahui babi hidup yang disembelih itu berasal dari Indonesia.

Atas temuan tersebut, Singapura memilih untuk tetap menghentikan impor babi hidup dari Indonesia, meskipun pasokan dari Tanah Air memasok sekitar dua pertiga dari pasokan daging babi yang baru disembelih di Singapura.

(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
10 Rute Penerbangan...
10 Rute Penerbangan Internasional Tersibuk di Dunia, Jakarta-Singapura Masuk Daftar
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Mengulik Biang Kerok...
Mengulik Biang Kerok Terkaparnya Rupiah Lawan Dolar Singapura ke Rp14.000, Sesuai Ramalan?
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Rekomendasi
Perbandingan 5 Varian...
Perbandingan 5 Varian BYD M6 DM: Mana yang Pas untuk Kebutuhan Anda?
Berbekal PROPER Hijau,...
Berbekal PROPER Hijau, Langkah Nyata Transformasi Ekologis Diperkuat di Sulawesi Tenggara
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Berita Terkini
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Pegadaian Gelar LEXIS...
Pegadaian Gelar LEXIS 2026, Langkah Strategis Layani Masyarakat di Tengah Transformasi Hukum Nasional
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Infografis
Eks Panglima Militer...
Eks Panglima Militer Ukraina: Hampir Tak Ada Peluang Bertahan Hidup
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved