7 Organisasi Ekonomi Internasional Paling Berpengaruh di Dunia, Nomor 4 Bikin Amerika Geram

Jum'at, 05 Mei 2023 - 21:05 WIB
loading...
A A A
3. WTO
World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia adalah organisasi internasional yang terus mengupayakan perdagangan antar-negara semakin terbuka. Tujuan dari organisasi yang didirikan pada Januari 1995 ini adalah untuk mengurangi bahkan meniadakan tarif serta nontarif dan hambatan perdagangan lainnya.

WTO juga berperan untuk menyelesaikan sengketa perdagangan antara satu negara dengan negara lain, atau dengan beberapa negara. Indonesia beberapa kali bersidang di WTO, salah satu yang terbaru dengan Uni Eropa mengenai kebijakan Indonesia melarang ekspor nikel mentah. Sayangnya Indonesia kalah di sidang ini pada Desember 2022.

4. BRICS
Inilah organisasi ekonomi internasional "paling fenomenal". BRICS bermarkas di BRICS Tower, Shanghai, China.

Dibentuk pada 16 Juni 2009 organisasi ini terdiri dari lima negara yang merupakan akronim namanya, yaitu Brazil, Rusia, India, China dan South Africa (Afrika Selatan). Nama itu sendiri pertama kali dicetuskan oleh Goldman Sachs pada tahun 2001.

Kelompok ini hanya terdiri dari lima negara, tetapi di dalamnya termasuk dua negara paling padat penduduknya, satu negara produsen minyak nomor dua di dunia, satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia, dan mereka tersebar di empat benua.

Meski hanya beranggotakan lima negara, kekuatan BRICS tak bisa dipandang sebelah mata. Populasi negara-negara BRICS mencakup 41% populasi global, PDB mereka setara dengan 24% total PDB dunia, dan nilai perdagangan negara-negara tersebut mencakup 18% nilai total perdagangan dunia.

BRICS kemudian membentuk Bank Pembangunan Baru (NDB) pada Juli 2014 dan disuntik modal sebesar USD50 miliar. NDP dipandang sebagai lembaga keuangan alternatif dari Bank Dunia dan juga IMF.

Salah satu gebrakan BRICS yang jadi sorotan adalah melakukan gerakan dedolarisasi atau meninggalkan dolar dalam setiap transaksi. Tak cuma itu, BRICS juga berencana mengeluarkan mata uang sendiri sebagai langkah utama dedolarisasi. Langkah mengeluarkan mata uang itu membuat Amerika Serikat geram.

6. OPEC
Didirikan di Irak pada 14 September 1961, Organization of the Petroleum Exporting Countries atau OPEC merupakan wadah negara-negara pengekspor minyak bumi. Sejak tahun 1965, sekretariat OPEC bertempat di Wina, Austria.

Salah satu tujuan utama berdirinya OPEC adalah untuk menjaga harga minyak dari permainan perusahaan-perusahaan besar di Barat.
Sebagai negara-negara penghasil minyak, OPEC tak ingin harga produk andalannya itu dipermainkan sehingga merugikan mereka. Ada lima negara pengusung OPEC, yaitu Arab Saudi, Iran, Irak, Kuwait, dan Venezuela.

Indonesia punya pengalaman menarik bersama OPEC. Ketika masih tercatat sebagai negara eksportir minyak, Indonesia memutuskan bergabung di OPEC pada 1962. Belakangan, produksi minyak itu habis tersedot untuk dalam negeri saja, sehingga pada Mei 2008 Indonesia mengumumkan keluar dari OPEC.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Desa BRILiaN Ketapanrame,...
Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Mampu Ciptakan Ekonomi Desa yang Maju dan Berkelanjutan
10 Rute Penerbangan...
10 Rute Penerbangan Internasional Tersibuk di Dunia, Jakarta-Singapura Masuk Daftar
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
BEM UI: Ekonomi Hanya...
BEM UI: Ekonomi Hanya Tumbuh di Atas Kertas, di Meja Makan Rakyat Tidak Ada yang Berubah
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rekomendasi
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
UNJ Expo 2026 Dibuka,...
UNJ Expo 2026 Dibuka, Hadirkan Pameran Inovasi, Tes Kesehatan, hingga Kuliner Nusantara
Cornelio Sunny Ungkap...
Cornelio Sunny Ungkap Alasan Somasi Keluarga Ratu Sofya, Singgung Pelanggaran Privasi
Berita Terkini
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Kelompok Studi Mahasiswa...
Kelompok Studi Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Antusias Ikuti Edukasi Pasar Modal dari MNC Sekuritas
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Raih 3 Sertifikasi ISO,...
Raih 3 Sertifikasi ISO, Wavin Tegaskan Standar Global untuk Kualitas, Keberlanjutan, dan K3
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved