Erick Thohir Optimistis Dividen Jumbo BUMN Bakal Berlanjut Tahun Depan

Jum'at, 05 Mei 2023 - 23:51 WIB
loading...
Erick Thohir Optimistis...
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto/MPI/Aldhi Chandra
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meyakini dividen yang dikontribusikan perusahaan pelat merah akan bertahan di kisaran Rp50 triliun hingga Rp80 triliun pada tahun depan.

Optimisme itu didasarkan pada kinerja dan pendapatan perseroan negara tahun ini. Pada kuartal I/2023 saja, pendapatan BUMN secara konsolidasi sudah mencapai Rp730 triliun, naik 15% dibanding periode yang sama 2022 yang sebesar Rp630 triliun. Erick berharap kinerja dan pendapatan perusahaan tahun ini bisa meyumbang dividen pada tahun depan.

"Kalau pendapatannya naik, mudah-mudahan dividen yang Rp80,2 triliun tahun kemarin (kinerja BUMN), mungkin tahun ini (kinerja) angkanya tetap bisa di Rp50 triliun - Rp80 triliun," ujarnya, Jumat (5/5/2023).

Dia menegaskan nominal dividen 2024 baru berupa proyeksi. Artinya, nilai itu bisa direalisasikan tergantung pada fluktuasi kinerja dan pendapatan BUMN tahun ini. "Saya belum memutuskan karena masih harus proses keuangan yang harus dilakukan," tuturnya.

Adapun, dividen yang dikontribusikan BUMN tahun ini ditargetkan mencapai Rp80,2 triliun. Setoran itu diberikan perusahaan pelat merah dengan status terbuka (Tbk) dan tertutup (Persero).

Baca juga: Inilah Deretan BUMN Penyumbang Dividen Rp80,2 Triliun ke Kas Negara

Dividen BUMN yang sudah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) senilai Rp50,20 triliun. Emiten terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, (BNI). Lalu, PT Bank Tabungan Negara Tbk, (BTN), PT Telkom Indonesia Tbk, PT Semen Indonesia Tbk, PT Jasa Marga Tbk.

Sementara, dividen perseroan yang belum melantai di pasar modal sebesar Rp29,97 triliun. Angka ini dibagikan oleh PT Pertamina (Persero), Holding BUMN Pertambangan atau Indonesia Asahan Aluminium (MIND).

Baca juga: BUMN Setor Dividen Rp80,2 Triliun ke Negara, Kontribusi Bank BRI Terbesar

Lalu, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT PLN (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Perum Perhutani, dan PT Bio Farma (Persero).

"Lalu yang tertutup, nah yang tertutup ini proses, kita duduk sama Kemenkeu, itu Pertamina, Inalum, Pupuk Indonesia, yang sekarang pupuk itu untungnya penjualan dari amonia," beber Ketua Umum PSSI itu.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Rekomendasi
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved