Industri Manufaktur RI Masih Fase Ekspansi hingga April 2023, Ini Penggeraknya
Minggu, 07 Mei 2023 - 08:08 WIB
loading...
Menteri Perindustrian atau Menperin Agus Gumiwang beberkan alasan industri manufaktur Indonesia tetap bergeliat di tengah gejolak ekonomi global. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perindustrian atau Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita beberkan alasan industri manufaktur Indonesia tetap bergeliat di tengah gejolak ekonomi global. Menurutnya, hal itu dilandasi oleh Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia dan Indeks Kepercayaan Industri yang berada pada level ekspansi.
Baca Juga: Investasi Manufaktur Naik 2,1 Kali Lipat, Indonesia Siapkan 100 Kawasan Industri
Adapun PMI Manufaktur Indonesia pada April berada di posisi 52,7 atau naik signifikan dibanding capaian Maret di level 51,9. Sementara itu, IKI bulan April tercatat di angka 51,38. Menurutnya, perbaikan kondisi bisnis ini ditopang oleh permintaan domestik yang terus menguat
“Meski dibayangi kondisi global yang tidak menentu, terlihat bahwa indikator pada IKI dan PMI Manufaktur Indonesia yang dirilis oleh S&P Global pada April lalu menunjukkan level ekspansi. Sejak Kemenperin meluncurkan IKI pada November lalu, dan selama 20 bulan berturut PMI manufaktur kita tetap sama-sama berada di fase ekspansi,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dalam keterangan resmi, ditulis Minggu (7/5/2023).
Baca Juga: Tetap jadi Andalan, Industri Manufaktur Topang Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I/2023
Menperin optimistis, pelaku industri manufaktur di Indonesia masih memiliki kepercayaan diri yang tinggi dalam menjalankan usahanya. Hal ini lantaran didukung tekad pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif dengan menerbitkan berbagai program dan kebijakan yang strategis.
Agus mengemukakan, kunci dan faktor penggerak pada pertumbuhan industri salah satunya adalah transformasi industri 4.0, serta pemanfaatan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi sehingga meningkatkan daya saing, dan sumber daya manusia (SDM) untuk meningkatkan produktivitas industri.
Baca Juga: Investasi Manufaktur Naik 2,1 Kali Lipat, Indonesia Siapkan 100 Kawasan Industri
Adapun PMI Manufaktur Indonesia pada April berada di posisi 52,7 atau naik signifikan dibanding capaian Maret di level 51,9. Sementara itu, IKI bulan April tercatat di angka 51,38. Menurutnya, perbaikan kondisi bisnis ini ditopang oleh permintaan domestik yang terus menguat
“Meski dibayangi kondisi global yang tidak menentu, terlihat bahwa indikator pada IKI dan PMI Manufaktur Indonesia yang dirilis oleh S&P Global pada April lalu menunjukkan level ekspansi. Sejak Kemenperin meluncurkan IKI pada November lalu, dan selama 20 bulan berturut PMI manufaktur kita tetap sama-sama berada di fase ekspansi,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dalam keterangan resmi, ditulis Minggu (7/5/2023).
Baca Juga: Tetap jadi Andalan, Industri Manufaktur Topang Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I/2023
Menperin optimistis, pelaku industri manufaktur di Indonesia masih memiliki kepercayaan diri yang tinggi dalam menjalankan usahanya. Hal ini lantaran didukung tekad pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif dengan menerbitkan berbagai program dan kebijakan yang strategis.
Agus mengemukakan, kunci dan faktor penggerak pada pertumbuhan industri salah satunya adalah transformasi industri 4.0, serta pemanfaatan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi sehingga meningkatkan daya saing, dan sumber daya manusia (SDM) untuk meningkatkan produktivitas industri.
Lihat Juga :