Negara-negara dengan Cadangan Kas serta Emas Terbesar dan Terkecil

Senin, 08 Mei 2023 - 04:01 WIB
loading...
Negara-negara dengan...
Pada tahun 2020, saat pandemi covid-19 melanda, berbagai pemerintahan mulai dari Belize hingga Zambia merogoh masuk ke dalam cadangan uang tunai dan emas mereka. Dimana Turki telah menggunakan setengah cadangannya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Saat dunia mengalami berbagai krisis , mulai dari bencana iklim, pandemi covid-19, rantai pasokan, dan turbulensi perbankan, negara-negara dengan sumber daya yang lebih sedikit mengandalkan cadangan devisa mereka untuk menjaga ekonomi tetap bertahan.Baca Juga: Zimbabwe Akan Luncurkan Mata Uang Digital yang Diperkuat dengan Cadangan Emas

Pada tahun 2020, saat pandemi covid-19 melanda, berbagai pemerintahan mulai dari Belize hingga Zambia merogoh masuk ke dalam cadangan devisa dan emas mereka. Dimana Turki telah menggunakan setengah cadangannya.

Baca Juga: Salip China, Ini Negara Penghasil Emas Terbesar Dunia

Sementara itu pemerintah negara-negara dengan cadangan lebih besar, memiliki jaring pengaman yang lebih kuat ketika krisis melanda. Mereka adalah cenderung telah menjadi negara-negara yang sudah kaya secara finansial, seperti Jepang, Swiss, dan Amerika Serikat atau AS.

China seperti dilansir QUATZ, memiliki cadangan uang tunai dan emas paling banyak dari negara mana pun di dunia. Dimana Bejing memiliki senilai USD3,43 triliun, menurut data dari Bank Dunia dan IMF.

Situasi Mengerikan Negara-negara Miskin

Di sisi lain pada ujung sebaliknya, kondisinya berbeda di negara-negara dengan cadangan uang tunai dan emas terkecil termasuk Burundi, Samoa serta banyak negara kepualauan lainnya. Dominika memiliki jumlah cadangan paling sedikit, senilai USD190, 8 juta.

Negara-negara kepulauan dan negara-negara miskin lainnya yang secara tidak proporsional dipengaruhi oleh perubahan iklim dan kondisi darurat kesehatan, dengan sedikit atau tanpa kemampuan finansial untuk mengatasi masalah tersebut.

Sedangkan negara-negara yang tidak berada dalam situasi genting, masih bisa berada dalam masalah ketika krisis berikutnya terjadi. Bolivia misalnya, memiliki cadangan kas yang hampir tidak cukup untuk menutupi impor selama tiga bulan, hingga mendorong bank sentralnya menjual dolar AS kepada individu untuk menaikkan nilai tukarnya.

Ada juga cadangan Pakistan yang jatuh ke level terendah dalam delapan tahun karena pandemi, ditambah meningkatnya inflasi dan pelemahan mata uang rupee. Pakistan juga dilanda bencana banjir yang membuat kerugian mencapai lebih dari USD30 miliar bagi negara itu pada tahun 2022.

Sri Lanka dan Lebanon adalah negara-negara lain yang juga terdampak besar pada sektor ekonomi, disebabkan termasuk di antaranya sistem pangan yang tidak stabil dan dampak perang Rusia Ukraina.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
Satu Dekade Membangun...
Satu Dekade Membangun Literasi Keuangan Berbasis Emas di Indonesia
Gandeng BUMN, Platform...
Gandeng BUMN, Platform IDN Gold Hadirkan Koin Emas Fisik Dilengkapi Teknologi Invisible Ink
Kemensos Lelang Emas...
Kemensos Lelang Emas Hadiah Tak Tertebak Senilai Rp10 Miliar, Hasilnya untuk Bantu Keluarga Rentan
Rekomendasi
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Berita Terkini
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved