Usai IPO, KLIN Proyeksikan Peningkatan Omzet 140% di 2023
Selasa, 09 Mei 2023 - 13:58 WIB
loading...
A
A
A
Ekspor Dukung Omzet Penjualan KLIN
Selain pasar domestik, peminat produk KLIN juga berasal dari berbagai negara seperti Italia, Singapura, Brasil, Yunani, Korea Selatan, Muritius, Oman, Amerika Serikat, dan Malaysia. Saat ini pasar ekspor KLIN memberikan kontribusi 10% dari total penjualan dan ke depannya ditargetkan meningkat 40% dalam lima tahun.
Sepanjang tahun 2022, volume ekspor produk KLIN mencapai 37.711 pcs dengan nilai Rp703.557.658. Kemudian produk yang paling banyak diekspor adalah alat pel. Selama ini KLIN melayani pasar luar negeri dengan mekanisme private label. Hal ini dikarenakan KLIN melihat potensi private label cenderung lebih diminati distributor global karena fleksibilitas penggunaan banyak merek.
KLIN membukukan Rugi Bersih setelah pajak sebesar minus Rp1.079.601.070 yang disebabkan beberapa pos beban, antara lain biaya depresiasi sebesar Rp871.957.590, dan pembebanan biaya sewa lahan per tahun sebesar Rp739.144.906.
Selain itu KLIN fokus memperkuat kerja sama dengan modern channel, B2B partner, dan e-commerce serta peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mendukung strategi KLIN dalam rangka pencapaian omzet sebesar Rp33 miliar pada tahun 2026.
Adapun kebutuhan SDM ini memberikan pos beban sebesar Rp1.199.261.799. Pos beban selanjutnya adalah biaya persiapan kantor cabang dan gudang penyanggah di Bandung sebesar Rp263.911,604. Bandung dipilih sebagai tempat gudang penyanggah produk KLIN agar dapat membantu mempercepat pengiriman untuk pasar Indonesia bagian barat.
Meskipun begitu, KLIN tetap membukukan keuntungan EBITDA (Earnings Before Interest, Tax, Depreciation and Amortization) positif sebesar Rp463.593.778 di tahun 2022, naik 12% dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp415.539.903.
Selain pasar domestik, peminat produk KLIN juga berasal dari berbagai negara seperti Italia, Singapura, Brasil, Yunani, Korea Selatan, Muritius, Oman, Amerika Serikat, dan Malaysia. Saat ini pasar ekspor KLIN memberikan kontribusi 10% dari total penjualan dan ke depannya ditargetkan meningkat 40% dalam lima tahun.
Sepanjang tahun 2022, volume ekspor produk KLIN mencapai 37.711 pcs dengan nilai Rp703.557.658. Kemudian produk yang paling banyak diekspor adalah alat pel. Selama ini KLIN melayani pasar luar negeri dengan mekanisme private label. Hal ini dikarenakan KLIN melihat potensi private label cenderung lebih diminati distributor global karena fleksibilitas penggunaan banyak merek.
KLIN membukukan Rugi Bersih setelah pajak sebesar minus Rp1.079.601.070 yang disebabkan beberapa pos beban, antara lain biaya depresiasi sebesar Rp871.957.590, dan pembebanan biaya sewa lahan per tahun sebesar Rp739.144.906.
Selain itu KLIN fokus memperkuat kerja sama dengan modern channel, B2B partner, dan e-commerce serta peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mendukung strategi KLIN dalam rangka pencapaian omzet sebesar Rp33 miliar pada tahun 2026.
Adapun kebutuhan SDM ini memberikan pos beban sebesar Rp1.199.261.799. Pos beban selanjutnya adalah biaya persiapan kantor cabang dan gudang penyanggah di Bandung sebesar Rp263.911,604. Bandung dipilih sebagai tempat gudang penyanggah produk KLIN agar dapat membantu mempercepat pengiriman untuk pasar Indonesia bagian barat.
Meskipun begitu, KLIN tetap membukukan keuntungan EBITDA (Earnings Before Interest, Tax, Depreciation and Amortization) positif sebesar Rp463.593.778 di tahun 2022, naik 12% dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp415.539.903.
Lihat Juga :