Usai IPO, KLIN Proyeksikan Peningkatan Omzet 140% di 2023

Selasa, 09 Mei 2023 - 13:58 WIB
loading...
Usai IPO, KLIN Proyeksikan...
Pada Agustus 2022 lalu, KLIN melakukan Initial Public Offering (IPO) dan mendapatkan dana sebesar Rp23 miliar untuk modal tambahan guna memperluas skala bisnisnya. Foto/Dok
A A A
GRESIK - Semenjak pandemi, kebutuhan masyarakat akan produk alat kebersihan semakin meningkat, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pola hidup bersih dan sehat. Pada 2021, riset i-Price menunjukkan jumlah pencarian produk home living di e-commerce meningkat sebesar 85% dibandingkan tahun 2019.

Baca Juga: Lakukan Inovasi, Ritel Home Living Tetap Ekspansif

Hal ini menunjukkan potensi produk home living, salah satunya alat kebersihan masih sangat besar, khususnya di pasar domestik. Berdasarkan hal tersebut, Klinko Karya Imaji (KLIN) menggarap bisnis peralatan rumah tangga berupa alat kebersihan seperti mop atau pel lantai, keset, dan serbet untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Pada Agustus 2022 lalu, KLIN melakukan Initial Public Offering (IPO) dan mendapatkan dana sebesar Rp23 miliar untuk modal tambahan guna memperluas skala bisnisnya. Dana IPO digunakan untuk penambahan aset tetap berupa pabrik, mesin, dan persediaan bahan baku.

Hal ini berpengaruh cukup besar terhadap kenaikan omzet penjualan. Penjualan KLIN paska IPO pada Q4 2022 mencapai 30% sebesar Rp2,2 Miliar dari total omzet penjualan Rp7,5 miliar sepanjang 2022. Penambahan aset dari hasil IPO membuat total aset KLIN bertumbuh 84% menjadi Rp44,6 miliar dari tahun 2021 yaitu Rp24,2 miliar.

Baca Juga: Prospek Cerah, Distributor Alat Rumah Tangga Ini Bidik Omzet Rp2 Triliun

Selain itu, ekuitas KLIN juga meningkat 206% menjadi Rp33,4 miliar dari Rp10,8 miliar di tahun 2021. Pertumbuhan aset juga menyebabkan omzet penjualan KLIN pada 2022 meningkat 90% menjadi Rp7,5 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Ekspor Dukung Omzet Penjualan KLIN

Selain pasar domestik, peminat produk KLIN juga berasal dari berbagai negara seperti Italia, Singapura, Brasil, Yunani, Korea Selatan, Muritius, Oman, Amerika Serikat, dan Malaysia. Saat ini pasar ekspor KLIN memberikan kontribusi 10% dari total penjualan dan ke depannya ditargetkan meningkat 40% dalam lima tahun.

Sepanjang tahun 2022, volume ekspor produk KLIN mencapai 37.711 pcs dengan nilai Rp703.557.658. Kemudian produk yang paling banyak diekspor adalah alat pel. Selama ini KLIN melayani pasar luar negeri dengan mekanisme private label. Hal ini dikarenakan KLIN melihat potensi private label cenderung lebih diminati distributor global karena fleksibilitas penggunaan banyak merek.

KLIN membukukan Rugi Bersih setelah pajak sebesar minus Rp1.079.601.070 yang disebabkan beberapa pos beban, antara lain biaya depresiasi sebesar Rp871.957.590, dan pembebanan biaya sewa lahan per tahun sebesar Rp739.144.906.

Selain itu KLIN fokus memperkuat kerja sama dengan modern channel, B2B partner, dan e-commerce serta peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mendukung strategi KLIN dalam rangka pencapaian omzet sebesar Rp33 miliar pada tahun 2026.

Adapun kebutuhan SDM ini memberikan pos beban sebesar Rp1.199.261.799. Pos beban selanjutnya adalah biaya persiapan kantor cabang dan gudang penyanggah di Bandung sebesar Rp263.911,604. Bandung dipilih sebagai tempat gudang penyanggah produk KLIN agar dapat membantu mempercepat pengiriman untuk pasar Indonesia bagian barat.

Meskipun begitu, KLIN tetap membukukan keuntungan EBITDA (Earnings Before Interest, Tax, Depreciation and Amortization) positif sebesar Rp463.593.778 di tahun 2022, naik 12% dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp415.539.903.

Proyeksi Omzet Penjualan 2023

Dengan meningkatnya aset dan kapasitas produksi, Direktur Utama PT Klinko Karya Imaji Tbk, Anggun Satriya Supanji mengatakan, “Kami menargetkan omzet penjualan KLIN tahun ini sebesar Rp18 miliar secara keseluruhan, dengan proyeksi kontribusi dari segmen pasar retail sebesar Rp14 miliar, pasar ekspor sebesar Rp3 miliar, dan pasar e-commerce sebesar Rp1 miliar.”

Untuk mencapai target tersebut, pasar domestik masih menjadi target utama penjualan pada 2023 ini. KLIN optimis terhadap pasar domestik karena memiliki produk yang berkualitas. Bahkan beberapa produk KLIN seperti serbet dan keset masuk dalam rekomendasi 10 produk terbaik dari situs independen My-best. Situs ini berasal dari Jepang yang memberi layanan rekomendasi produk dan dibaca oleh empat juta user per bulan.

Pada 2022 lalu, pasar domestik memberikan kontribusi sebesar Rp6.811.021.808 atau 90% dari total penjualan Perseroan. KLIN akan memperkuat pasar domestik dengan memperluas jaringan distributor, e-commerce dan mengeluarkan varian produk baru serta menggenjot pasar ekspor untuk memenuhi target penjualan pada 2023.

Selain itu KLIN akan melakukan berbagai aktivitas marketing, baik digital maupun non digital untuk meningkatkan brand awareness serta corporate awareness.

KLIN memperkuat ekspansi di pasar internasional dengan berencana mengekspor produk keset ke Malaysia bekerja sama dengan MR.DIY Malaysia mulai Mei 2023. Proyeksi nilai ekspor perdana KLIN ke MR. DIY Malaysia sebesar Rp391.500.000 dengan total jumlah volume 22.000 pcs.

“Kami optimis dengan dukungan jaringan ritel MR.DIY Malaysia yang memiliki 894 gerai di Malaysia. Hal ini akan semakin memperkuat brand KLINKO dan mempercepat pemenuhan target penjualan di tahun 2023,” pungkas Anggun.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar RUPST, Krom Bank...
Gelar RUPST, Krom Bank Cetak Kinerja Kuat di Sepanjang 2025
Indocement Bagikan Dividen...
Indocement Bagikan Dividen Rp1,54 Triliun, Setujui Perubahan Pengurus
SIG Bagikan Seluruh...
SIG Bagikan Seluruh Laba 2025 Rp190,8 Miliar sebagai Dividen Tunai
MARK Tetapkan Dividen...
MARK Tetapkan Dividen dan Proyeksi Laba 2026, Yield Berpotensi Double Digit
TBS Energi Catat Pendapatan...
TBS Energi Catat Pendapatan Konsolidasi Tumbuh 20,5% di Kuartal I 2026
Tumbuh 19%, CDIA Bukukan...
Tumbuh 19%, CDIA Bukukan Pendapatan USD41,2 Juta di Kuartal I-2026
Layanan Kebersihan Rumah...
Layanan Kebersihan Rumah Kini Makin Praktis, Kebutuhan Harian Lebih Terintegrasi
Mendagri Bakal Keluarkan...
Mendagri Bakal Keluarkan Surat Edaran Hari Korvei Selasa dan Jumat
Tindak Lanjuti Arahan...
Tindak Lanjuti Arahan Prabowo, Pramono Anung Gelar Kerja Bakti Serentak
Rekomendasi
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Hancurkan Kroasia di Piala Dunia 2026
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved