31 Dapen BUMN Memprihatinkan, Erick Thohir Pastikan Bersih-bersih Terus Berjalan
Rabu, 10 Mei 2023 - 11:43 WIB
loading...
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan, ada 31 dari 48 dana pensiun (dapen) BUMN masih dalam kondisi prihatin. Foto/Dok
A
A
A
LABUAN BAJO - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan, ada 31 dari 48 dana pensiun (dapen) BUMN masih dalam kondisi prihatin. Erick juga menegaskan, bahwa bersih-bersih di lingkungan perusahaan pelat merah saat ini terus berjalan.
"Nah itu sejak dari 2 tahun lalu, kita sudah membuat roadmap bagaimana Dapen ini harus dikonsolidasi. Langkahnya sudah kita mulai tahun kemarin dan tiga bulan lalu sudah terlihat bahwa dari 48 tadi ada 31 yang memprihatinkan," kata Erick Thohir saat ditemui di sela-sela KTT ASEAN di Labuan Bajo, Rabu (10/5/2023).
Baca Juga: Pengumuman Hasil Audit Dapen BUMN Molor Usai Lebaran, Begini Penjelasan Wamen Tiko
Adapun salah satu dapen BUMN yang bermasalah bahkan menyebabkan kerugian mencapai Rp9,8 triliun. Kebanyakan masalah pada Dapen, menurut Erick, terjadi karena salah urus.
"Tentu sinergi dengan kejaksaan sudah terbukti sangat bagus, bagaimana restrukturisasi Garuda waktu itu lalu juga kemarin bagaimana kami sangat peduli ketika bicara dapen pun di korupsi," jelas Erick.
"Nah itu sejak dari 2 tahun lalu, kita sudah membuat roadmap bagaimana Dapen ini harus dikonsolidasi. Langkahnya sudah kita mulai tahun kemarin dan tiga bulan lalu sudah terlihat bahwa dari 48 tadi ada 31 yang memprihatinkan," kata Erick Thohir saat ditemui di sela-sela KTT ASEAN di Labuan Bajo, Rabu (10/5/2023).
Baca Juga: Pengumuman Hasil Audit Dapen BUMN Molor Usai Lebaran, Begini Penjelasan Wamen Tiko
Adapun salah satu dapen BUMN yang bermasalah bahkan menyebabkan kerugian mencapai Rp9,8 triliun. Kebanyakan masalah pada Dapen, menurut Erick, terjadi karena salah urus.
"Tentu sinergi dengan kejaksaan sudah terbukti sangat bagus, bagaimana restrukturisasi Garuda waktu itu lalu juga kemarin bagaimana kami sangat peduli ketika bicara dapen pun di korupsi," jelas Erick.
Lihat Juga :