Dirut Pertamina: RDMP Kilang Balikpapan Ditargetkan Produksi di 2024
Selasa, 16 Mei 2023 - 13:59 WIB
loading...
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan pembangunan Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan, di Kalimantan Timur ditargetkan mulai produksi tahun depan. RDMP Kilang Balikpapan akan menambah kapasitas produksi sebesar 360 ribu barel per hari (bph).
"Next tahun depan kilang di Balikpapan ini juga akan selesai dan ada tambah kapasitas menjadi 360 ribu bph, dan produknya lebih beragam, produk bernilai tambah tinggi dan ramah lingkungan," ujar Nicke dalam wawancara khusus dengan MNC Portal Indonesia (MPI), Senin malam (15/5/2023).
Baca Juga: Dirut Pertamina Beberkan Rencana Jangka Panjang Kejar Target NZE 2060
Menurut dia pengembangan kilang tersebut juga akan menghasilkan produk-produk bervariatif dan lebih ramah lingkungan. Hal itu diwujudkan dengan meningkatan kualitas produk dari sebelumnya memproduksi BBM untuk mesin Euro II menjadi BBM yang bisa digunakan untuk kendaraan bermesin Euro V.
Tak hanya itu, peningkatan kapasitas produksi juga berdampak pada penghematan devisa negara. Adapun BBM yang selama ini didatangkan dari impor, nilainya bisa ditekan lewat peningkatan produksi di dalam negeri. Sejalan dengan itu, ada permintaan tenaga kerja untuk mengoperasikan kilang-kilang baru tersebut.
"Next tahun depan kilang di Balikpapan ini juga akan selesai dan ada tambah kapasitas menjadi 360 ribu bph, dan produknya lebih beragam, produk bernilai tambah tinggi dan ramah lingkungan," ujar Nicke dalam wawancara khusus dengan MNC Portal Indonesia (MPI), Senin malam (15/5/2023).
Baca Juga: Dirut Pertamina Beberkan Rencana Jangka Panjang Kejar Target NZE 2060
Menurut dia pengembangan kilang tersebut juga akan menghasilkan produk-produk bervariatif dan lebih ramah lingkungan. Hal itu diwujudkan dengan meningkatan kualitas produk dari sebelumnya memproduksi BBM untuk mesin Euro II menjadi BBM yang bisa digunakan untuk kendaraan bermesin Euro V.
Tak hanya itu, peningkatan kapasitas produksi juga berdampak pada penghematan devisa negara. Adapun BBM yang selama ini didatangkan dari impor, nilainya bisa ditekan lewat peningkatan produksi di dalam negeri. Sejalan dengan itu, ada permintaan tenaga kerja untuk mengoperasikan kilang-kilang baru tersebut.
Lihat Juga :