Bisnis SPBU Shell Diminati Pengusaha di Kota Lapis Kedua, Simak Cara jadi Mitra
Selasa, 16 Mei 2023 - 18:58 WIB
loading...
Head of Dealer Own Network Shell Indonesia, Agung Saputra. Foto/MPI/Atikah Umiyani
A
A
A
JAKARTA - Bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) cukup menarik minat para pengusaha di daerah. PT Shell Indonesia pun menawarkan skema kemitraan dalam membangun SPBU melalui program Dealer Shell.
Head of Dealer Own Network Shell Indonesia, Agung Saputra mengatakan, program kemitraan dealer Shell ini merupakan program yang memberikan kesempatan kepada para pengusaha untuk memiliki dan mengelola SPBU bersama dengan Shell sebagai mitra bisnis yang siap memberikan beragam dukungan.
Adapun dukungan yang dihadirkan shell di antaranya pemilihan, perencanaan, dan bantuan teknis perizinan lokasi SPBU. Kedua, persiapan pengadaan bahan bakar dan pembangunan SPBU.
Ketiga, fasilitas pendukung berupa alat pengisian BBM. Keempat, pelatihan awal serta persiapan pembukan SPBU, dan terakhir implementasi standar operasional SPBU dan program pemasaran.
“Jadi memang Shell Indonesia sudah sejak 2016 membuka opportunity untuk kemitraan dan partnership dengan pengusaha-pengusaha lokal yang ingin memiliki dan mengoperasikan SPBU,” ujarnya dalam acara Halal Bihalal Shell Indonesia di Jakarta, Selasa (16/5/2023).
Pihak Shell Indonesia tidak hanya berfokus pada kota besar, namun juga kota-kota lapis kedua. “Alhamdulillah sampai sekarang kita sudah berkembang cukup pesat baik dari jumlah SPBU maupun mitra,” ungkapnya.
Menurut dia, sejak tahun 2005, Shell menjadi perusahaan energi internasional pertama yang memulai bisnis SPBU di Indonesia. “Hingga April 2023, Shell telah memiliki 209 SPBU di lima provinsi di Indonesia, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan Sumatra Utara," paparnya.
Agung menjelaskan, untuk menjadi mitra Shell memang tidak ada joining fee, namun harus memiliki badan usaha dalam bentuk PT (Perseroan Terbatas). Kedua, pengusaha yang ingin memiliki dan mengoperasikan SPBU Shell memiliki plot tanah dengan luas minimal 1.000 m² dengan lebar minimal 25 m.
Terakhir, mitra bersedia mengikuti dan mematuhi standar operasional yang tercantum di RSA (Retail Supply Agreement).
Dia menyebutkan, terdapat dua jenis kemitraan SPBU yang bisa dipilih, yaitu SPBU Shell Konvensional dan SPBU Shell Modular.
SPBU Shell Konvensional untuk kota-kota besar dengan biaya investasi sekitar Rp3,5-5,5 miliar, tergantung luas area dan bangunan yang akan dikembangkan.
Spesifikasi SPBU Shell Konvensional yaitu memiliki luas area 1.200-2.000 m2, lebar depan 25 m, kapasitas volume SPBU 10-20 KL/hari serta estimasi pengunjung 400 - 600 kendaraan /hari.
Baca juga: Beda Harga BBM Pertamina, Shell dan BP per 16 Mei 2023, Lebih Murah Mana?
Sedangkan, SPBU Shell Modular yang dikhususkan bagi kota lapis kedua dengan nilai investasi Rp1,5-2 miliar. Spesifikasi SPBU Shell Modular yaitu luas area 1.000-1.200 m2, dengan lebar depan minimum 25 m, ukuran kontainer 20 Feet, kapasitas volume SPBU 4-9 KL/hari, dan estimasi pengunjung 150 - 250 kendaraan/hari. Selain itu, harus memiliki standar keamanan yang tersertifikasi internasional UL 2085 & UL142.
Lebih lanjut, Agung mengungkapkan, Mitra Dealer Shell juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan pemasukan tambahan di luar penjualan BBM dengan mendirikan bisnis Non Fuel Retail (NFR) seperti convenience store, restoran, coffee shop, ATM, laundry, dll.
"Skema investasinya, jadi Shell berinvestasi di peralatan utama (fuel system & electrical). Kemudian, mitra menyediakan tanah, bangunan, pengurusan izin-izin pembangunan, dan mengelola SPBU,” urainya.
Agung membeberkan keuntungan dari Program Kemitraan Dealer Shell antara lain bebas menentukan lokasi SPBU dan mitra juga dapat menambah SPBU Shell dalam jumlah tak terbatas selama memiliki aset dan tanah di lokasi lain. Dia menyebutkan, hingga kuartal kedua 2023 jumlah SPBU Shell dari Program Kemitraan Dealer Shell telah mencapai 30 SPBU.
Baca juga: Ada SPBU Sudah Batasi Pertalite, Ini Kata Menteri ESDM
Selama Januari 2022 hingga April 2023, Shell telah membangun tujuh SPBU baru Shell milik mitra yang tersebar di kota Medan, Jakarta Barat dan Pare, Kediri.
"Bisnis SPBU Shell sudah banyak diminati oleh pengusaha daerah. Dari total 30 SPBU Shell dalam Program Kemitraan Dealer, 15 di antaranya dibuka di kota lapis kedua. Jumlah ini seimbang dengan SPBU Shell dari Program Kemitraan Dealer di kota besar, yaitu 15 SPBU," terang dia.
Adapun SPBU Shell yang dibangun dari Program Kemitraan Dealer di kota lapis kedua di antaranya ada di Cirebon, Jawa Timur, Karawang, Bogor, Cilegon, Serang Barat dan Blitar. Teranyar pada tahun 2023 ini, SPBU Shell dibangun di Mojokerto, Pare (Kediri), dan Lamongan.
Head of Dealer Own Network Shell Indonesia, Agung Saputra mengatakan, program kemitraan dealer Shell ini merupakan program yang memberikan kesempatan kepada para pengusaha untuk memiliki dan mengelola SPBU bersama dengan Shell sebagai mitra bisnis yang siap memberikan beragam dukungan.
Adapun dukungan yang dihadirkan shell di antaranya pemilihan, perencanaan, dan bantuan teknis perizinan lokasi SPBU. Kedua, persiapan pengadaan bahan bakar dan pembangunan SPBU.
Ketiga, fasilitas pendukung berupa alat pengisian BBM. Keempat, pelatihan awal serta persiapan pembukan SPBU, dan terakhir implementasi standar operasional SPBU dan program pemasaran.
“Jadi memang Shell Indonesia sudah sejak 2016 membuka opportunity untuk kemitraan dan partnership dengan pengusaha-pengusaha lokal yang ingin memiliki dan mengoperasikan SPBU,” ujarnya dalam acara Halal Bihalal Shell Indonesia di Jakarta, Selasa (16/5/2023).
Pihak Shell Indonesia tidak hanya berfokus pada kota besar, namun juga kota-kota lapis kedua. “Alhamdulillah sampai sekarang kita sudah berkembang cukup pesat baik dari jumlah SPBU maupun mitra,” ungkapnya.
Menurut dia, sejak tahun 2005, Shell menjadi perusahaan energi internasional pertama yang memulai bisnis SPBU di Indonesia. “Hingga April 2023, Shell telah memiliki 209 SPBU di lima provinsi di Indonesia, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan Sumatra Utara," paparnya.
Agung menjelaskan, untuk menjadi mitra Shell memang tidak ada joining fee, namun harus memiliki badan usaha dalam bentuk PT (Perseroan Terbatas). Kedua, pengusaha yang ingin memiliki dan mengoperasikan SPBU Shell memiliki plot tanah dengan luas minimal 1.000 m² dengan lebar minimal 25 m.
Terakhir, mitra bersedia mengikuti dan mematuhi standar operasional yang tercantum di RSA (Retail Supply Agreement).
Dia menyebutkan, terdapat dua jenis kemitraan SPBU yang bisa dipilih, yaitu SPBU Shell Konvensional dan SPBU Shell Modular.
SPBU Shell Konvensional untuk kota-kota besar dengan biaya investasi sekitar Rp3,5-5,5 miliar, tergantung luas area dan bangunan yang akan dikembangkan.
Spesifikasi SPBU Shell Konvensional yaitu memiliki luas area 1.200-2.000 m2, lebar depan 25 m, kapasitas volume SPBU 10-20 KL/hari serta estimasi pengunjung 400 - 600 kendaraan /hari.
Baca juga: Beda Harga BBM Pertamina, Shell dan BP per 16 Mei 2023, Lebih Murah Mana?
Sedangkan, SPBU Shell Modular yang dikhususkan bagi kota lapis kedua dengan nilai investasi Rp1,5-2 miliar. Spesifikasi SPBU Shell Modular yaitu luas area 1.000-1.200 m2, dengan lebar depan minimum 25 m, ukuran kontainer 20 Feet, kapasitas volume SPBU 4-9 KL/hari, dan estimasi pengunjung 150 - 250 kendaraan/hari. Selain itu, harus memiliki standar keamanan yang tersertifikasi internasional UL 2085 & UL142.
Lebih lanjut, Agung mengungkapkan, Mitra Dealer Shell juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan pemasukan tambahan di luar penjualan BBM dengan mendirikan bisnis Non Fuel Retail (NFR) seperti convenience store, restoran, coffee shop, ATM, laundry, dll.
"Skema investasinya, jadi Shell berinvestasi di peralatan utama (fuel system & electrical). Kemudian, mitra menyediakan tanah, bangunan, pengurusan izin-izin pembangunan, dan mengelola SPBU,” urainya.
Agung membeberkan keuntungan dari Program Kemitraan Dealer Shell antara lain bebas menentukan lokasi SPBU dan mitra juga dapat menambah SPBU Shell dalam jumlah tak terbatas selama memiliki aset dan tanah di lokasi lain. Dia menyebutkan, hingga kuartal kedua 2023 jumlah SPBU Shell dari Program Kemitraan Dealer Shell telah mencapai 30 SPBU.
Baca juga: Ada SPBU Sudah Batasi Pertalite, Ini Kata Menteri ESDM
Selama Januari 2022 hingga April 2023, Shell telah membangun tujuh SPBU baru Shell milik mitra yang tersebar di kota Medan, Jakarta Barat dan Pare, Kediri.
"Bisnis SPBU Shell sudah banyak diminati oleh pengusaha daerah. Dari total 30 SPBU Shell dalam Program Kemitraan Dealer, 15 di antaranya dibuka di kota lapis kedua. Jumlah ini seimbang dengan SPBU Shell dari Program Kemitraan Dealer di kota besar, yaitu 15 SPBU," terang dia.
Adapun SPBU Shell yang dibangun dari Program Kemitraan Dealer di kota lapis kedua di antaranya ada di Cirebon, Jawa Timur, Karawang, Bogor, Cilegon, Serang Barat dan Blitar. Teranyar pada tahun 2023 ini, SPBU Shell dibangun di Mojokerto, Pare (Kediri), dan Lamongan.
(ind)
Lihat Juga :