Perang Ekonomi Rusia Versus Barat Masuk Tahap Baru yang Berbahaya

Kamis, 18 Mei 2023 - 12:27 WIB
loading...
A A A
Prokopenko menambahkan, setelah Moskow menelan kekalahan dalam pengadilan yang membuat aset Rusia dibekukan di Eropa. Sejak saat itu Kremlin membentuk kerangka hukum untuk sementara menasionalisasi aset asing di Rusia.

Dalam tulisannya, Ia menerangkan, proyek-proyek yang menelan biaya miliaran dolar saat ini berisiko dan pemerintah Rusia kemungkinan akan mengambil "pendekatan yang dipersonalisasi" dengan masing-masing pemangku kepentingan, ketika mencoba untuk memecah belah Barat.

Bagian penting dari strategi pembalasan baru Moskow adalah dekrit yang ditandatangani Presiden Vladimir Putin bulan lalu, yang menurut Prokopenko memberi kendali kepada badan manajemen properti pemerintah atas aset-aset Barat yang terkena dampak penghentian operasi Rusia dan kemampuan untuk menjualnya kepada pembeli Rusia.

Dekrit tersebut juga mengharuskan perusahaan dari "negara-negara yang tidak bersahabat" untuk membayar sumbangan untuk upaya perang Rusia, mencapai 5% hingga 10% nilai aset yang dijual. Perusahaan-perusahaan Barat juga diharuskan menjual saham mereka dalam proyek-proyek bersama mitra Rusia dengan potongan 50%.

Sejak Putin menandatangani dekrit tersebut, aset perusahaan energi Finlandia dan Jerman telah ditempatkan di bawah manajemen sementara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Rekomendasi
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved