Upaya Penjajakan Pengembangan Teknologi Green Amonia untuk Energi Bersih
Jum'at, 19 Mei 2023 - 20:51 WIB
loading...
Pengembangan green amonia di dalam negeri terus dilakukan. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Menjawab tantangan perubahan iklim ke depan, PT Pupuk Kalimantan Timur ( PKT ) selalu berinisiatif memegang teguh prinsip ESG (environmental, social, governance). Salah satu aksi nyata PKT dalam mewujudkan upaya transformasi hijau adalah dengan terus mengkaji inovasi berbasis teknologi untuk mengeksplor penggunaan energi yang terbarukan , salah satunya green ammonia.
Baca juga: PGE Pastikan Keberlanjutan dan Kontribusi Area Panas Bumi Kamojang
Green ammonia adalah amonia yang dihasilkan dari bahan baku non-hidrokarbon dan juga menggunakan sumber energi dari non-hidrokarbon (energi hijau). Salah satu proses produksi green ammonia adalah mereaksikan hidrogen yang dihasilkan oleh elektrolisa air dengan nitrogen yang diambil dari udara.
Selain ramah lingkungan dan target untuk mendukung program net zero emission yang dicanangkan pemerintah di 2060, PKT melihat potensi pasar untuk green ammonia sangat tinggi. Nantinya diprediksi konsumen akan semakin banyak yang beralih ke penggunaan energi terbarukan seperti green ammonia yang dalam proses produksinya tidak menghasilkan emisi CO2. PKT pun berupaya mengembangkan teknologi produksi amonia tanpa menggunakan bahan baku hidrokarbon sebagai salah satu upaya dekarbonisasi.
Cermat melihat peluang positif ini, PKT bersama dengan Copenhagen Atomics, Topsoe, Alfa Laval, dan Aalborg CSP menggagas kajian produksi green ammonia dengan menggunakan energi berbasis thorium. Seperti green ammonia, thorium juga tergolong sebagai sumber energi hijau yang lebih ekonomis. Di Indonesia, potensi kandungan thorium diperkirakan mencapai 210.000-270.000 ton yang tersimpan di Bangka, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Barat.
Baca juga: PGE Pastikan Keberlanjutan dan Kontribusi Area Panas Bumi Kamojang
Green ammonia adalah amonia yang dihasilkan dari bahan baku non-hidrokarbon dan juga menggunakan sumber energi dari non-hidrokarbon (energi hijau). Salah satu proses produksi green ammonia adalah mereaksikan hidrogen yang dihasilkan oleh elektrolisa air dengan nitrogen yang diambil dari udara.
Selain ramah lingkungan dan target untuk mendukung program net zero emission yang dicanangkan pemerintah di 2060, PKT melihat potensi pasar untuk green ammonia sangat tinggi. Nantinya diprediksi konsumen akan semakin banyak yang beralih ke penggunaan energi terbarukan seperti green ammonia yang dalam proses produksinya tidak menghasilkan emisi CO2. PKT pun berupaya mengembangkan teknologi produksi amonia tanpa menggunakan bahan baku hidrokarbon sebagai salah satu upaya dekarbonisasi.
Cermat melihat peluang positif ini, PKT bersama dengan Copenhagen Atomics, Topsoe, Alfa Laval, dan Aalborg CSP menggagas kajian produksi green ammonia dengan menggunakan energi berbasis thorium. Seperti green ammonia, thorium juga tergolong sebagai sumber energi hijau yang lebih ekonomis. Di Indonesia, potensi kandungan thorium diperkirakan mencapai 210.000-270.000 ton yang tersimpan di Bangka, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Barat.
Lihat Juga :