Jokowi Tagih Janji Negara Maju Kucurkan Rp1.493 Triliun untuk Danai Transisi Energi
Minggu, 21 Mei 2023 - 19:49 WIB
loading...
Presiden Jokowi melepas para pengendara motor listrik saat menghadiri Peluncuran Kolaborasi Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik di Jakarta, Selasa (22/2/2022). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menagih janji negara maju yang sebelumnya telah menyatakan komitmen untuk mendanai transisi energi di negara berkembang senilai USD100 miliar per tahun atau setara Rp1.493 triliun (asumsi kurs Rp14.936).
Pasalnya, hingga kini negara berkembang belum menerima pendanaan konstruktif yang tidak berbentuk hutang tersebut.
Menurutnya, negara berkembang mulai meragukan komitmen negara maju dalam mendanai transisi energi untuk mendorong ekonomi yang berkelanjutan.
Hal ini disampaikan Presiden Jokowi pada pertemuan sesi 7 dari KTT Group of Seven (G7) 2023 yang mengusung tema “Common Endeavor for a Resilient and Sustainable Planet” di Jepang.
“Bapak Presiden mengatakan negara berkembang meragukan komitmen negara maju di mana hingga kini pendanaan USD100 miliar per tahun belum terpenuhi. Pendanaan ini harus konstruktif, bukan dalam bentuk hutang,” terang Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam keterangan pers yang disiarkan secara virtual, Minggu (21/5/2023).
Pasalnya, hingga kini negara berkembang belum menerima pendanaan konstruktif yang tidak berbentuk hutang tersebut.
Menurutnya, negara berkembang mulai meragukan komitmen negara maju dalam mendanai transisi energi untuk mendorong ekonomi yang berkelanjutan.
Hal ini disampaikan Presiden Jokowi pada pertemuan sesi 7 dari KTT Group of Seven (G7) 2023 yang mengusung tema “Common Endeavor for a Resilient and Sustainable Planet” di Jepang.
“Bapak Presiden mengatakan negara berkembang meragukan komitmen negara maju di mana hingga kini pendanaan USD100 miliar per tahun belum terpenuhi. Pendanaan ini harus konstruktif, bukan dalam bentuk hutang,” terang Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam keterangan pers yang disiarkan secara virtual, Minggu (21/5/2023).
Lihat Juga :