Anggota DPR Minta Subsidi BBM Jangan Dialihkan ke Mobil Listrik
Selasa, 23 Mei 2023 - 10:40 WIB
loading...
Harga Pertalite dinilai sudah harus diturunkan. Foto/Antara
A
A
A
JAKARTA - Dalam Sidang Paripurna DPR RI, Jumat lalu (19/5/2023), pemerintah menyampaikan asumsi makro RAPBN 2024 bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar diusulkan Rp14.700-15.300 dan harga minyak mentah (crude) menjadi USD75-85 per barel.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Anjlok 4%, Perpanjang Kerugian Pasca Kenaikan Suku Bunga Fed
Angka-angka asumsi tersebut sudah jauh di bawah kondisi ketika harga BBM bersubsidi dinaikkan pada awal September 2022. Saat itu nilai tukar rupiah Rp15.500 per dolar AS sedang harga minyak mentah dunia lebih dari USD110 per barel.
Anggota Komisi VII DPR, Mulyanto, menilai dengan penurunan nilai tukar rupiah dan harga minyak mentah saat ini, artinya beban anggaran untuk subsidi BBM di tahun 2024 akan berkurang. Pemerintah diminta tetap mengalokasikan selisih anggaran tersebut untuk subsidi BBM sehingga harga BBM bersubsidi dapat diturunkan baik untuk solar maupun Pertalite.
“Sudah selayaknya harga BBM bersubsidi turun sekarang," tegas Mulyanto dikutip dari laman DPR, Selasa (23/5/2023).
Selain itu, pemerintah juga diminta segera menerapkan pembatasan distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran. Mobil mewah sudah sepantasnya tidak menggunakan BBM bersubsidi.
"Jangan selisih anggaran dari penurunan harga minyak dunia di atas digunakan untuk menyubsidi mobil listrik. Kita menolak subsidi untuk membeli barang mewah untuk orang kaya. Apalagi untuk kendaraan perorangan milik pribadi, bukan transportasi publik,” tambahnya.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Anjlok 4%, Perpanjang Kerugian Pasca Kenaikan Suku Bunga Fed
Angka-angka asumsi tersebut sudah jauh di bawah kondisi ketika harga BBM bersubsidi dinaikkan pada awal September 2022. Saat itu nilai tukar rupiah Rp15.500 per dolar AS sedang harga minyak mentah dunia lebih dari USD110 per barel.
Anggota Komisi VII DPR, Mulyanto, menilai dengan penurunan nilai tukar rupiah dan harga minyak mentah saat ini, artinya beban anggaran untuk subsidi BBM di tahun 2024 akan berkurang. Pemerintah diminta tetap mengalokasikan selisih anggaran tersebut untuk subsidi BBM sehingga harga BBM bersubsidi dapat diturunkan baik untuk solar maupun Pertalite.
“Sudah selayaknya harga BBM bersubsidi turun sekarang," tegas Mulyanto dikutip dari laman DPR, Selasa (23/5/2023).
Selain itu, pemerintah juga diminta segera menerapkan pembatasan distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran. Mobil mewah sudah sepantasnya tidak menggunakan BBM bersubsidi.
"Jangan selisih anggaran dari penurunan harga minyak dunia di atas digunakan untuk menyubsidi mobil listrik. Kita menolak subsidi untuk membeli barang mewah untuk orang kaya. Apalagi untuk kendaraan perorangan milik pribadi, bukan transportasi publik,” tambahnya.
Lihat Juga :