CIPS Sarankan Impor Jagung untuk Tekan Harga Telur, Ini Respons Wamendag
Selasa, 23 Mei 2023 - 18:46 WIB
loading...
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga. Foto/MPI/Advenia Elisabeth
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menanggapi ihwal kenaikan harga telur ayam yang disebut-sebut imbas naiknya harga jagung pakan ternak.
Jerry pun memastikan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu bersama jajarannya. Pasalnya, dia menilai kenaikan harga pakan ternak belum tentu memberikan efek kenaikan pada harga telur ayam.
"Ini mesti kita lihat, karena melihat ini kan mesti nggak bisa sekali-sekali, harus terus-menerus, harus kontinu,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Selasa (23/5/2023).
“Kita bersama jajaran Kemendag turun ke lapangan untuk memastikan segalanya, kita mengecek. Karena sepanjang yang kami telaah, yang kami lihat itu fluktuasinya masih dalam tahap yang wajar," ungkap Jerry.
Sebelumnya, penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) membeberkan bahwa naiknya harga telur belakangan ini karena mahalnya harga pakan ternak. Untuk itu, pemerintah perlu merelaksasi impor jagung guna menstabilkan harga telur.
"Relaksasi impor diperlukan untuk merespons kebutuhan jagung untuk pakan ternak karena pasokan domestik belum mencukupi kebutuhan ini. Sayangnya impor jagung pakan ternak masih restriktif karena hanya terbuka untuk BUMN dengan API-U," ujar peneliti CIPS, Azizah Fauzi belum lama ini.
Baca juga: Terungkap! Ini Alasan Harga Telur Ayam Naik Tidak Wajar
Jerry pun memastikan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu bersama jajarannya. Pasalnya, dia menilai kenaikan harga pakan ternak belum tentu memberikan efek kenaikan pada harga telur ayam.
"Ini mesti kita lihat, karena melihat ini kan mesti nggak bisa sekali-sekali, harus terus-menerus, harus kontinu,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Selasa (23/5/2023).
“Kita bersama jajaran Kemendag turun ke lapangan untuk memastikan segalanya, kita mengecek. Karena sepanjang yang kami telaah, yang kami lihat itu fluktuasinya masih dalam tahap yang wajar," ungkap Jerry.
Sebelumnya, penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) membeberkan bahwa naiknya harga telur belakangan ini karena mahalnya harga pakan ternak. Untuk itu, pemerintah perlu merelaksasi impor jagung guna menstabilkan harga telur.
"Relaksasi impor diperlukan untuk merespons kebutuhan jagung untuk pakan ternak karena pasokan domestik belum mencukupi kebutuhan ini. Sayangnya impor jagung pakan ternak masih restriktif karena hanya terbuka untuk BUMN dengan API-U," ujar peneliti CIPS, Azizah Fauzi belum lama ini.
Baca juga: Terungkap! Ini Alasan Harga Telur Ayam Naik Tidak Wajar
Lihat Juga :