Kembangkan PLTN, Menteri ESDM Tekankan Pentingnya Mengamankan Sumber Mineral Radioaktif

Jum'at, 26 Mei 2023 - 19:08 WIB
loading...
Kembangkan PLTN, Menteri...
Menteri ESDM Arifin Tasrif. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia terus berjalan. Hal ini diperkuat dengan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2023 tentang Wilayah Pertambangan.

PP tersebut mengatur wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) mineral radioaktif atau dikenal dengan nuklir. Terkait hal ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, Indonesia memang memiliki sumber mineral radioaktif dan ini harus diamankan untuk kepentingan energi masa depan.

"Memang kita punya sumbernya, sumbernya ada di beberapa sumber antara lain di hasil tambang timah. Makanya harus kita amankan karena kita perlu bahwa energi dari radioaktif ini untuk kepentingan energi ke depan," ujarnya saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (26/5/2023).

Menurut dia, pengamanan itu dilakukan untuk menjaga agar sumber daya alam Indonesia tidak dieskpor dalam bentuk mentah. Sebab, bahan radioaktif dapat digunakan untuk energi nuklir itu sebagian besar berada dalam pasir.

"Jadi harus kita amankan, kalau enggak habis semua kita impor barang jadi, karena lolosnya ke luar sebagai apa ya pasir," lanjutnya.

Baca juga: Jokowi Restui Pembentukan Majelis Tenaga Nuklir, Ini Tugasnya

Oleh sebab itu, dia mengungkapkan saat ini Kementerian ESDM sedang melakukan penelitian untuk mengatur klasifikasi mengenai logam tanah jarang (LTJ).

"Ini yang sedang kita teliti, sebentar lagi ESDM akan mengeluarkan aturan klasifikasi mengenai logam tanah jarang sedang disiapkan, mudah-mudahan awal bulan sudah bisa kita keluarin," terangnya.

Arifin menambahkan, hal itu juga sejalan dengan agenda besar transisi energi yang disepakati semua negara negara di seluruh dunia.

Baca juga: Nilai Investasi Energi Surya Tahun Ini Diramal Salip Sektor Migas

Adapun Indonesia menargetkan akan mulai mengeksekusi pengembangan nuklir setelah tahun 2024, lebih cepat dari target sebelumnya pada tahun 2030.

"Kita harus balapan untuk bisa mengurangi emisi, karena takut pemberlakuan pajak karbon kita ketinggalan, barang kita tidak kompetitif," pungkas Arifin.

(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Indonesia Jajaki Kerja...
Indonesia Jajaki Kerja Sama Migas hingga Nuklir dengan Rusia
Wamenperin Jajaki Investasi...
Wamenperin Jajaki Investasi di Rusia, dari Nuklir hingga Industri Halal
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Drone Hantam Pembangkit...
Drone Hantam Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa, Rusia dan Ukraina Saling Tuduh
Rekomendasi
Eksekusi Vonis 4,5 Penjara,...
Eksekusi Vonis 4,5 Penjara, KPK Jebloskan Noel ke Lapas Sukamiskin
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Dasco Pimpin Safari DPR ke Parpol Nonparlemen Minta Masukan RUU Pemilu
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing,...
Perkuat Daya Saing, LOTTE Chemical Indonesia Raih Tiga Sertifikasi ISO
Rupiah Jeblok Lagi,...
Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
TikTok Bidik Pertumbuhan...
TikTok Bidik Pertumbuhan Aplikasi Asia Tenggara lewat Inovasi AI
IHSG Ambruk 3,56% ke...
IHSG Ambruk 3,56% ke 5.883 Sore Ini, Tekanan Jual Hantam Nyaris Seluruh Sektor
Hadapi Ketidakpastian...
Hadapi Ketidakpastian Global, Gajah Tunggal Andalkan Efisiensi dan Inovasi
IFG Life Tekankan Pentingnya...
IFG Life Tekankan Pentingnya Perencanaan Dana Pendidikan Sejak Dini
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved