alexametrics

Sudirman Santai Total dan Inpex Tolak 30% Saham Blok Mahakam

loading...
Sudirman Santai Total dan Inpex Tolak 30% Saham Blok Mahakam
Menteri ESDM Sudirman Said mengaku tidak masalah jika dua operator lama Blok Mahakam, Kalimantan Timur, yaitu Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation menolak penawaran 30% saham. Foto: Dok/Sindonews
A+ A-
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengaku tidak masalah jika dua operator lama Blok Mahakam, Kalimantan Timur, yaitu Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation menolak penawaran (share down) atas 30% participating interest (PI) Blok Mahakam. Karena yang terpenting saat ini adalah PT Pertamina (Persero) dapat melakukan proses transisi pengelolaan Blok Mahakam dengan baik.

Dia menuturkan proses transisi masih tetap dilakukan oleh Total kepada Pertamina. Dia mengaku belum mendengar langsung perusahaan migas Prancis dan Jepang itu menolak share down yang ditawarkan Pertamina.

"Saya belum dengar (Total dan Inpex tolak share down Mahakam). Prosesnya kan jalan terus dan memang seperti dulu yang disampaikan Total, Total tetap menjalankan kewajiban untuk melakukan transisi dengan baik. Artinya, informasi, transisi SDM akan tetap dikelola dan mengenai share down-nya itu hal yang terpisah. Tidak ada hubungannya," ujar Sudirman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/6/2016).



Menurutnya, meskipun nantinya Total dan Inpex menolak share down tersebut maka kewajiban transisi tetap harus dijalankan dengan baik. Pertamina sudah menyiapkan skenario dengan baik jika keputusan yang diambil Total dan Inpex menolak.

"Sebetulnya yang paling penting bagi kita itu kan supaya Pertamina betul-betul melakukan persiapan. Pertamina sudah melakukan persiapan dengan skenario baik menerima atau menolak seharusnya tidak ada masalah," imbuhnya.

Mantan Bos PT Pindad (Persero) ini menargetkan, dua operator Blok Mahakam tersebut sudah memberikan keputusan pada bulan ini. "Mungkin bulan-bulan ini selesai lah. Karena itu kan sebetulnya keputusan yang sudah jelas maunya ini bagaimana," tandas Sudirman.
(dmd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak