Minat Caplok Blok Masela 10%, Menteri ESDM Minta Medco Izin ke Konsorsium
Rabu, 21 September 2022 - 16:12 WIB
loading...
Menteri ESDM Arifin Tasrif. FOTO/ANTARA/Aditya Pradana
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan Medco Energi Internasional tertarik masuk konsorsium Blok Masela menggantikan Shell Upstream Overseas Ltd yang hengkang dua tahun lalu. Shell memiliki 35% hak partisipasi di Blok Masela, bersama Inpex Corporation yang mengantongi 65% saham senilai USD 20 miliar atau setara Rp 287 triliun.
"Medco consider 10% tetapi dari pemerintah sih mau saja tergantung dari konsorsium saja maunya bagaimana kan ada 35% nih," ungkap Arifin saat ditemui di acara IPA Convex, di JCC Senayan, Rabu (21/9/2022).
Baca Juga: Ingin Nimbrung Kelola Blok Masela, Pertamina Mulai Merapat
Menurutnya pemerintah tidak keberatan jika Medco ingin masuk dalam konsorsium, tergantung kesepakatan dari Inpex Corporation dan Pertamina yang disebut akan turut serta dalam konsorsium. "Kalau pemerintah boleh saja, tergantung dari konsorsiumnya. Kan ada 35% yang lowong," jelasnya.
Dia optimistis Blok Masela tetap bisa on stream sesuai target di 2027 walaupun ada potensi keterlambatan akibat Shell meninggalkan blok tersebut. Ia pun menargetkan pencarian mitra pengganti Shell rampung tahun ini. Di sisi lain, Arifin memastikan apabila Pertamina bisa masuk ke dalam konsorsium, dengan porsi hak partisipasi yang belum ditentukan.
"Medco consider 10% tetapi dari pemerintah sih mau saja tergantung dari konsorsium saja maunya bagaimana kan ada 35% nih," ungkap Arifin saat ditemui di acara IPA Convex, di JCC Senayan, Rabu (21/9/2022).
Baca Juga: Ingin Nimbrung Kelola Blok Masela, Pertamina Mulai Merapat
Menurutnya pemerintah tidak keberatan jika Medco ingin masuk dalam konsorsium, tergantung kesepakatan dari Inpex Corporation dan Pertamina yang disebut akan turut serta dalam konsorsium. "Kalau pemerintah boleh saja, tergantung dari konsorsiumnya. Kan ada 35% yang lowong," jelasnya.
Dia optimistis Blok Masela tetap bisa on stream sesuai target di 2027 walaupun ada potensi keterlambatan akibat Shell meninggalkan blok tersebut. Ia pun menargetkan pencarian mitra pengganti Shell rampung tahun ini. Di sisi lain, Arifin memastikan apabila Pertamina bisa masuk ke dalam konsorsium, dengan porsi hak partisipasi yang belum ditentukan.
Lihat Juga :