Sempat Berjaya lalu Bangkrut di Era 90-an, Studio Rekaman Legend Lokananta Hidup Lagi dengan Wajah Baru
Sabtu, 03 Juni 2023 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
"Lokananta sempat menjadi studio rekaman terbesar yang mengalami masa kejayaan pada tahun 1970-1980, sampai akhirnya terbengkalai sejak tahun 1990-an. Oleh karena itu, Kementerian BUMN memandang perlu untuk melakukan revitalisasi Lokananta," ujarnya, dikutip Sabtu (3/6/2023).
Dengan mengamanatkan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) yang merupakan bagian dari Holding Danareksa, aset Lokananta yang memiliki luas 2,1 hektar di pusat Kota Surakarta, Jawa Tengah, pun direvitalisasi.
Menurut Yadi, revitalisasi dan pengembangan Lokananta telah melalui proses bisnis dan uji tuntas yang komprehensif dengan mengedepankan tata kelola yang baik, diharapkan Lokananta menjadi entitas bisnis yang berkelanjutan.
Pembangunan fisik Lokananta dimulai pada November 2022 yang ditandai dengan perhelatan Lokananta Reload pada 27 November 2022, dan diselesaikan dalam waktu hanya enam bulan.
"Kami memastikan bahwa project ini dilaksanakan dengan proses bisnis yang memenuhi kelayakan (feasible), sehingga Lokananta memiliki masa depan yang berkelanjutan dengan berfokus pada 5 pilar bisnis, yaitu museum/galeri, studio rekaman, arena pertunjukan musik dan seni, area kuliner, dan galeri UMKM,” bebernya.
Baca juga: 7 Label Rekaman Incaran Penyanyi di Indonesia, Nomor 6 Diserbu Musisi Indie
Guna menjalankan lima pilar bisnis Lokananta, PPA berkolaborasi dengan M Bloc Group sebagai operator. CEO Lokananta, Wendi Putranto, menambahkan, Lokananta baru memiliki visi untuk menjadi Creative & Commercial Hub bagi para musisi, seniman, dan UMKM, lokal sehingga dapat memberikan dampak sosial, pertumbuhan ekonomi, dan pelestarian budaya Indonesia.
Dengan mengamanatkan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) yang merupakan bagian dari Holding Danareksa, aset Lokananta yang memiliki luas 2,1 hektar di pusat Kota Surakarta, Jawa Tengah, pun direvitalisasi.
Menurut Yadi, revitalisasi dan pengembangan Lokananta telah melalui proses bisnis dan uji tuntas yang komprehensif dengan mengedepankan tata kelola yang baik, diharapkan Lokananta menjadi entitas bisnis yang berkelanjutan.
Pembangunan fisik Lokananta dimulai pada November 2022 yang ditandai dengan perhelatan Lokananta Reload pada 27 November 2022, dan diselesaikan dalam waktu hanya enam bulan.
"Kami memastikan bahwa project ini dilaksanakan dengan proses bisnis yang memenuhi kelayakan (feasible), sehingga Lokananta memiliki masa depan yang berkelanjutan dengan berfokus pada 5 pilar bisnis, yaitu museum/galeri, studio rekaman, arena pertunjukan musik dan seni, area kuliner, dan galeri UMKM,” bebernya.
Baca juga: 7 Label Rekaman Incaran Penyanyi di Indonesia, Nomor 6 Diserbu Musisi Indie
Guna menjalankan lima pilar bisnis Lokananta, PPA berkolaborasi dengan M Bloc Group sebagai operator. CEO Lokananta, Wendi Putranto, menambahkan, Lokananta baru memiliki visi untuk menjadi Creative & Commercial Hub bagi para musisi, seniman, dan UMKM, lokal sehingga dapat memberikan dampak sosial, pertumbuhan ekonomi, dan pelestarian budaya Indonesia.
Lihat Juga :