BNBR-Envision Akan Bangun Kawasan Industri Net Zero Pertama di Asia Tenggara
Minggu, 04 Juni 2023 - 21:20 WIB
loading...
(Kiri ke kanan) Dirut VKTR Gilarsi W Setijono, Founder & CEO Envision Group Lei Zhang, Dirut & CEO BNBR Anindya N Bakrie, dan Sekretaris Kementerian Investasi/BKPM Ikmal Lukman, di depan mobil balap Envision Racing, di Jakarta, Minggu (4/6/2023). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) bermitra dengan perusahaan teknologi hijau dan penyedia teknologi net zero emission, Envision Group, berencana mengembangkan Net Zero Industrial Park pertama di Asia Tenggara, yang akan dibangun di Sulawesi Selatan. Kawasan Industri Netral Karbon atau Net Zero Industrial Park ini akan menggunakan energi hijau untuk digunakan dalam aktivitas pemurnian bijih nikel, refining, serta manufaktur material baterai dan daur ulang baterai.
"Jadi kita tidak hanya membangun ekosistem energi, melainkan juga membawa ekosistem baterai bersama Bakrie ke Indonesia," kata Pendiri dan CEO Envision Group, Lei Zhang, dalam siaran pers, Minggu (4/6/2023).
Baca Juga: Investasi Energi Hijau, Jokowi: Butuh USD1 Triliun
Lei menjelaskan, Indonesia dipilih di antara negara Asia Tenggara lainnya karena dinilai memiliki masa depan luar biasa. Indonesia, tegas dia, memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti nikel, tembaga, serta sumber daya energi seperti energi angin, surya, dan hidro. "Kami menjalin kerja sama terutama dengan mitra kami, Bakrie, karena mereka yang pertama dalam transformasi energi hijau ini, dan bersama kami pasti akan mampu membentuk lanskap baru di sini," tutur Lei.
Direktur Utama & CEO BNBR Anindya Bakrie mengatakan, pihaknya sangat gembira menjalin kerja sama dengan Envision Group. Melalui kerja sama ini, kata dia, bisa turut mendorong Indonesia bertransformasi menuju masa depan yang lebih hijau. "Kawasan Industri Net Zero pertama di Asia Tenggara yang akan dibangun di Sulawesi Selatan tersebut akan dipergunakan memproses material nikel untuk kemudian diolah di Giga Factory yang berada di bawah Envision Group yang tersebar di Inggris, Spanyol, Prancis dan juga Amerika Serikat. Ini adalah globalisasi dalam wujudnya terbaik," ujar Anindya.
"Jadi kita tidak hanya membangun ekosistem energi, melainkan juga membawa ekosistem baterai bersama Bakrie ke Indonesia," kata Pendiri dan CEO Envision Group, Lei Zhang, dalam siaran pers, Minggu (4/6/2023).
Baca Juga: Investasi Energi Hijau, Jokowi: Butuh USD1 Triliun
Lei menjelaskan, Indonesia dipilih di antara negara Asia Tenggara lainnya karena dinilai memiliki masa depan luar biasa. Indonesia, tegas dia, memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti nikel, tembaga, serta sumber daya energi seperti energi angin, surya, dan hidro. "Kami menjalin kerja sama terutama dengan mitra kami, Bakrie, karena mereka yang pertama dalam transformasi energi hijau ini, dan bersama kami pasti akan mampu membentuk lanskap baru di sini," tutur Lei.
Direktur Utama & CEO BNBR Anindya Bakrie mengatakan, pihaknya sangat gembira menjalin kerja sama dengan Envision Group. Melalui kerja sama ini, kata dia, bisa turut mendorong Indonesia bertransformasi menuju masa depan yang lebih hijau. "Kawasan Industri Net Zero pertama di Asia Tenggara yang akan dibangun di Sulawesi Selatan tersebut akan dipergunakan memproses material nikel untuk kemudian diolah di Giga Factory yang berada di bawah Envision Group yang tersebar di Inggris, Spanyol, Prancis dan juga Amerika Serikat. Ini adalah globalisasi dalam wujudnya terbaik," ujar Anindya.
Lihat Juga :