Sumbernya Masih PLTU Batu Bara? Kendaraan Listrik hanya Pindahkan Emisi ke Pembangkit
Senin, 05 Juni 2023 - 15:09 WIB
loading...
Kendaraan listrik yang sumbernya dari PLTU batu bara kerap mendapat kritik. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) menanggapi pernyataan yang mengungkap bahwa kendaraan listrik belum 100% ramah lingkungan atau go green. Pasalnya listrik yang digunakan untuk mengisi daya masih bersumber dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara.
"Ada yang bertanya 'buat apa menuju ke kendaraan listrik kalau pembangkitnya masih kotor? emission reduction-nya di mana? Hanya memindahkan dari jalan raya ke pusat-pusat pembangkit?" kata Harris Yahya, Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan (EBTKE) ESDM, di Jakarta, Senin (5/6/2023).
Harris menuturkan bahwa dari total pembangkit listrik yang ada di Indonesia saat ini, 60%-nya masih berasal dari PLTU batu bara atau pembangkit yang menghasilkan banyak emisi CO2. Sehingga apabila pengisian baterai kendaraan listrik menggunakan grid dari PLN, maka sumbernya termasuk dari PLTU batu bara.
"Memang kita mencatat bahwa aspek green-nya itu mungkin belum benar-benar green, hanya memindahkan emisi dari jalan kemudian dipindahkan ke pusat pembangkit. Itu untuk hari," sambungnya.
Namun demikian, ia menekankan bahwa pemerintah mempunyai komitmen untuk menghentikan penggunaan PLTU batu bara ataupun pembangkit lainnya yang tidak ramah lingkungan. Komitmen itu sejalan dengan net zero emission (NZE) atau nol emisi karbon di Indonesia yang ditargetkan bisa tercapai pada 2060.
"Ada yang bertanya 'buat apa menuju ke kendaraan listrik kalau pembangkitnya masih kotor? emission reduction-nya di mana? Hanya memindahkan dari jalan raya ke pusat-pusat pembangkit?" kata Harris Yahya, Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan (EBTKE) ESDM, di Jakarta, Senin (5/6/2023).
Harris menuturkan bahwa dari total pembangkit listrik yang ada di Indonesia saat ini, 60%-nya masih berasal dari PLTU batu bara atau pembangkit yang menghasilkan banyak emisi CO2. Sehingga apabila pengisian baterai kendaraan listrik menggunakan grid dari PLN, maka sumbernya termasuk dari PLTU batu bara.
"Memang kita mencatat bahwa aspek green-nya itu mungkin belum benar-benar green, hanya memindahkan emisi dari jalan kemudian dipindahkan ke pusat pembangkit. Itu untuk hari," sambungnya.
Namun demikian, ia menekankan bahwa pemerintah mempunyai komitmen untuk menghentikan penggunaan PLTU batu bara ataupun pembangkit lainnya yang tidak ramah lingkungan. Komitmen itu sejalan dengan net zero emission (NZE) atau nol emisi karbon di Indonesia yang ditargetkan bisa tercapai pada 2060.
Lihat Juga :