Sederet Program Ganjar Percepat Penurunan Kemiskinan di Jateng
Senin, 05 Juni 2023 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
Selain mengejar target penurunan angka kemiskinan ekstrem, Ganjar juga mengingatkan para Kades soal angka stunting yang menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Gubernur Jateng dua periode itu tak memungkiri Pandemi Covid-19 berdampak kuat pada kenaikan angka kemiskinan dan masalah lain. Sehingga diharapkan momen ini menjadi batu loncatan untuk menyelesaikan persoalan.
“Kita nggak boleh menyerah, nah waktu pendek inilah dengan teman-teman Kades kita ajak untuk kita bekerjasama melakukan sebuah percepatan,” katanya.
Ganjar menuturkan, sejak 2013 hingga akhir 2023 telah menggelontorkan lebih dari Rp 8,4 triliun bantuan keuangan untuk desa. Adapun pada 2023, total bankeu desa yang dikucurkan sebanyak Rp 1,7 triliun.
Salah satu contoh yang diberikan kepada para kades adalah Desa Sepakung. Berkat kreativitasnya, desa itu kini menjadi desa digital karena kreativitas pengelolaan di desanya.
“Mereka yang dulu betul-betul desa yang tidak ada internet, karena kreativitas desanya dia beli bandwith dari provider, kemudian dikelola oleh BUMDes, kemudian dijual kepada masyarakat dan hari ini luar biasa, prrkembangan bagus, wisatawan datang banyak sekali. Ini salah satu contoh,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Ganjar juga menuturkan akan kembali melakukan live in untuk memantau dan berinteraksi langsung dengan warga. Ganjar berharap masalah yang ditangani lebih tepat sasaran.
Gubernur Jateng dua periode itu tak memungkiri Pandemi Covid-19 berdampak kuat pada kenaikan angka kemiskinan dan masalah lain. Sehingga diharapkan momen ini menjadi batu loncatan untuk menyelesaikan persoalan.
“Kita nggak boleh menyerah, nah waktu pendek inilah dengan teman-teman Kades kita ajak untuk kita bekerjasama melakukan sebuah percepatan,” katanya.
Ganjar menuturkan, sejak 2013 hingga akhir 2023 telah menggelontorkan lebih dari Rp 8,4 triliun bantuan keuangan untuk desa. Adapun pada 2023, total bankeu desa yang dikucurkan sebanyak Rp 1,7 triliun.
Salah satu contoh yang diberikan kepada para kades adalah Desa Sepakung. Berkat kreativitasnya, desa itu kini menjadi desa digital karena kreativitas pengelolaan di desanya.
“Mereka yang dulu betul-betul desa yang tidak ada internet, karena kreativitas desanya dia beli bandwith dari provider, kemudian dikelola oleh BUMDes, kemudian dijual kepada masyarakat dan hari ini luar biasa, prrkembangan bagus, wisatawan datang banyak sekali. Ini salah satu contoh,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Ganjar juga menuturkan akan kembali melakukan live in untuk memantau dan berinteraksi langsung dengan warga. Ganjar berharap masalah yang ditangani lebih tepat sasaran.
Lihat Juga :