PPRE Bidik Kontrak Baru Rp7 Triliun Jasa Pertambangan Tahun Ini
Senin, 05 Juni 2023 - 11:16 WIB
loading...
PT PP Presisi Tbk (PPRE) terus berupaya meningkatkan kinerja. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT PP Presisi Tbk ( PPRE ) terus berupaya meningkatkan kinerja. Perusahaan menargetkan capaian kontrak baru dari total kontrak keseluruhan lebih dari 50-60% dibandingkan tahun lalu.
"Dengan momentum pertumbuhan yang kuat di sektor pertambangan serta kebijkakan perluasan hilirisasi, kami percaya saat ini adalah waktu yang tepat untuk memfokuskan sumber daya dan energi kami di sektor jasa pertambangan," tutur Direktur Utama PP Presisi I Gede Upeksa Negara, Senin (5/6/2023).
Baca Juga: Tumbuh 80 Persen, BRI Life Raih Laba Bersih Rp112 Miliar
Dia optimistis perolehan kontrak jasa pertambangan akan terus meningkat dari tahun ke tahun sesuai dengan target perseroan. Tahun lalu, PPRE berhasil menyelesaikan kontrak baru di sektor jasa pertambangan mencapai 55% dari keseluruhan total kontrak.
Guna mencapai target tahun ini, pihaknya fokus pada perolehan kontrak baru di sektor jasa pertambangan nikel sebagai sumber recurring income perseroan dengan jangka waktu kontrak yang lebih panjang.
"Di sektor jasa pertambangan, kami menargetkan kontrak baru di rentang Rp6-Rp7 triliun atau meningkat 20-30% dari tahun sebelumnya," kata dia.
Tak berhenti di situ, perseroan juga mengumumkan rencana merambah ke dalam pertambangan mineral lain, seperti bauksit dan emas, selain pertambangan nikel yang saat ini sedang dikerjakan.
"Dengan momentum pertumbuhan yang kuat di sektor pertambangan serta kebijkakan perluasan hilirisasi, kami percaya saat ini adalah waktu yang tepat untuk memfokuskan sumber daya dan energi kami di sektor jasa pertambangan," tutur Direktur Utama PP Presisi I Gede Upeksa Negara, Senin (5/6/2023).
Baca Juga: Tumbuh 80 Persen, BRI Life Raih Laba Bersih Rp112 Miliar
Dia optimistis perolehan kontrak jasa pertambangan akan terus meningkat dari tahun ke tahun sesuai dengan target perseroan. Tahun lalu, PPRE berhasil menyelesaikan kontrak baru di sektor jasa pertambangan mencapai 55% dari keseluruhan total kontrak.
Guna mencapai target tahun ini, pihaknya fokus pada perolehan kontrak baru di sektor jasa pertambangan nikel sebagai sumber recurring income perseroan dengan jangka waktu kontrak yang lebih panjang.
"Di sektor jasa pertambangan, kami menargetkan kontrak baru di rentang Rp6-Rp7 triliun atau meningkat 20-30% dari tahun sebelumnya," kata dia.
Tak berhenti di situ, perseroan juga mengumumkan rencana merambah ke dalam pertambangan mineral lain, seperti bauksit dan emas, selain pertambangan nikel yang saat ini sedang dikerjakan.
Lihat Juga :