Colombo Port City: Dubai Baru Sri Lanka atau Kawasan Utang Milik China?

Rabu, 07 Juni 2023 - 06:30 WIB
loading...
A A A
Pada saat kunjungan Xi Jinping, Mahinda Rajapaksa adalah Presiden Sri Lanka, tetapi dia kalah dalam pemilihan tahun itu, dengan keprihatinan atas pinjaman dari China khususnya untuk pelabuhan besar di selatan Hambantota menjadi salah satu isu besar.

Delapan tahun kemudian, Rajapaksa kembali berkuasa sebagai perdana menteri, dengan adiknya yang lebih muda, Gotabaya, sebagai presiden. Namun, pelabuhan Hambantota tidak lagi berada di tangan Sri Lanka.

Di bawah pemerintahan sebelumnya pada tahun 2017, Sri Lanka menyerahkan kepada China setelah mengalami kesulitan membayar utang kepada perusahaan-perusahaan China, dengan sebagian uang yang diperoleh digunakan untuk melunasi utang lainnya.

Maka tidak mengherankan jika tidak semua orang di Sri Lanka memiliki antusiasme yang sama dengan para pejabat Port City terhadap proyek ini.

Kekhawatiran tentang proyek ini sangat besar, termasuk dampak lingkungan dari proyek sebesar ini. Orang lain khawatir manfaat dari perkembangan semacam itu tidak akan sebesar yang disarankan para pendukungnya.

"Salah satu dampak negatif potensial dari Port City adalah adanya keringanan pajak yang sangat signifikan dalam undang-undangnya. Ada kemungkinan keringanan pajak hingga 40 tahun bagi beberapa investor," kata Deshal de Mel, seorang ahli ekonomi dari Verite Research.

"Menghadirkan keringanan pajak sebesar itu tidak meningkatkan daya tarik pendapatan secara keseluruhan bagi Sri Lanka," kata dia.

Baca Juga: Jebakan Utang China: Penjarahan Aset Negara Miskin, Bahayakan Keamanan AS

Rezim pajak ini juga memicu kekhawatiran lain. AS telah memperingatkan bahwa lingkungan bisnis dengan karpet merah dapat menjadi tempat pelarian pencucian uang. Mohamed Ali Sabry, menteri kehakiman Sri Lanka, tidak setuju.

"Tidak mungkin itu terjadi karena hukum pidana biasa berlaku di sini. Kami memiliki undang-undang pencucian uang dan unit intelijen keuangan kami. Jadi, dengan semua hal itu, tidak mungkin bagi seseorang untuk lolos dari hukum," kata dia.

China yang semakin pengaruhnya di panggung global, juga ada kekhawatiran tentang ambisi strategis jangka panjang. Jejak China yang semakin meningkat di Sri Lanka adalah hal yang mengkhawatirkan bagi India di wilayah yang secara tradisional dianggap sebagai halamannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Utang Dunia Tembus Rekor...
Utang Dunia Tembus Rekor Gila Rp6.168 Kuadriliun! Investor Mulai Buang AS?
Purbaya Ungkap Administrasi...
Purbaya Ungkap Administrasi di Danantara Hambat Restrukturisasi Utang Whoosh
BP BUMN: KAI Tak Sanggup...
BP BUMN: KAI Tak Sanggup Menanggung Beban Utang Whoosh Sendiri
Rupiah Keok di Rp17.181...
Rupiah Keok di Rp17.181 per Dolar AS, Pengamat Soroti Utang Jatuh Tempo Pemerintah Rp833,96 Triliun
Purbaya Bocorkan Nasib...
Purbaya Bocorkan Nasib Utang Whoosh: Indonesia-China Sama-sama Menderita
Sri Lanka Diterjang...
Sri Lanka Diterjang Krisis Ekonomi akibat Perang Iran, Indonesia Harus Waspada
Sri Lanka Tolak Permintaan...
Sri Lanka Tolak Permintaan AS untuk Mendaratkan 2 Jet Tempur di Bandara Mattala
Sahabat Lolly Tagih...
Sahabat Lolly Tagih Utang Rp30,8 Juta, Diduga Uang Mengalir ke Vadel Badjideh
Rekomendasi
Indonesia Berkomitmen...
Indonesia Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Berita Terkini
Pacu Daya Saing Pariwisata,...
Pacu Daya Saing Pariwisata, Kemenpar Dorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi untuk Difabel di Brebes
LPS Naikkan Tingkat...
LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Bank Umum Jadi 3,75%
Mandiri Tunas Finance...
Mandiri Tunas Finance dan APPI Beri Pelatihan Strategi Keuangan bagi UMKM
Kinerja Keuangan Impresif,...
Kinerja Keuangan Impresif, MNC Kapital Rombak Direksi dan Bidik Penambahan Modal
Rupiah Menguat, IHSG...
Rupiah Menguat, IHSG Hari Ini Ditutup Melejit Nyaris 2%
Infografis
Kapal Perang China Tembaki...
Kapal Perang China Tembaki Armada Angkatan Laut Selandia Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved