Colombo Port City: Dubai Baru Sri Lanka atau Kawasan Utang Milik China?

Rabu, 07 Juni 2023 - 06:30 WIB
loading...
Colombo Port City: Dubai...
Colombo Port City, sebuah kota metropolitan yang berkilauan dan menjulang di atas air di tepi laut ibu kota Sri Lanka. FOTO/Twitter
A A A
JAKARTA - Perubahan ekonomi yang signifikan adalah istilah yang digunakan para pejabat untuk menggambarkan Colombo Port City, sebuah kota metropolitan yang berkilauan dan menjulang di atas air di tepi laut ibu kota Sri Lanka .

Di sebelah distrik bisnis yang hijau di Colombo, tanah luas yang diambil dari laut, sedang diubah menjadi kota berteknologi tinggi yang akan menjadi tuan rumah pusat keuangan internasional, area perumahan, dan marina bay yang elu-elukan sebagai perbandingan dengan Dubai, Monaco, atau Hong Kong.

"Tanah reklamasi ini memberikan kesempatan kepada Sri Lanka untuk menggambar ulang peta dan membangun kota dengan proporsi dan fungsionalitas kelas dunia dan bersaing dengan Dubai atau Singapura," kata Saliya Wickramasuriya, anggota Komisi Ekonomi Colombo Port City, dikutip BBC News, Rabu (7/6/2023).

Baca Juga: Terperangkap Utang, China Kubur Uang Triliunan Dolar di Jalur Sutra

Namun, para kritikus mempertanyakan seberapa besar perubahan ekonomi yang akan dibawa oleh proyek tersebut bagi Sri Lanka. Pertama-tama, untuk mereklamasi 665 hektare tanah baru, negara tersebut membutuhkan investasi USD1,4 miliar dari China Harbour Engineering Company (CHEC).

Sebagai imbalannya, perusahaan tersebut memberikan imbal balik 43% tanah tersebut dalam sewa selama 99 tahun. Setelah beberapa tahun proses pengerukan, aktivitas konstruksi semakin meningkat dan kota baru ini mulai terbentuk.

Derek besar yang diawasi oleh insinyur China bergerak mengangkat plak beton, sementara alat berat mengisi truk dengan ton pasir. Sungai yang mengalir di atas tanah reklamasi sudah dikeruk, memungkinkan akses bagi perahu dan yacht kecil.

Para pejabat memperkirakan proyek ini akan memakan waktu sekitar 25 tahun untuk diselesaikan, yang merupakan proyek pertama jenisnya di Asia Selatan. Pemerintah Sri Lanka mengatakan bahwa tanah di bawah kendalinya dan area yang diberikan kepada China akan disewakan kepada perusahaan multinasional, bank, dan perusahaan lainnya.

Pemerintah juga dapat membebankan pajak atas pendapatan mereka. Sebanyak 80.000 orang diperkirakan akan tinggal di kota baru ini yang menawarkan insentif pajak bagi mereka yang berinvestasi dan berbisnis di sana.

Semua transaksi di zona ekonomi khusus, termasuk gaji, akan menggunakan dolar Amerika Serikat (AS). Proyek Port City resmi diumumkan saat kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Colombo pada 2014, setahun setelah dia meluncurkan Inisiatif Jalur Sutra sebagai rencana ambisius untuk membangun infrastruktur jalan, kereta api, dan maritim yang menghubungkan Asia dan Eropa untuk meningkatkan perdagangan.

Sri Lanka meminta bantuan keuangan dari China untuk membangun kembali setelah perang panjang melawan separatis Tamil berakhir pada tahun 2009. Negara-negara Barat telah mengungkapkan keprihatinan atas pelanggaran hak asasi manusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Utang Dunia Tembus Rekor...
Utang Dunia Tembus Rekor Gila Rp6.168 Kuadriliun! Investor Mulai Buang AS?
Purbaya Ungkap Administrasi...
Purbaya Ungkap Administrasi di Danantara Hambat Restrukturisasi Utang Whoosh
BP BUMN: KAI Tak Sanggup...
BP BUMN: KAI Tak Sanggup Menanggung Beban Utang Whoosh Sendiri
Rupiah Keok di Rp17.181...
Rupiah Keok di Rp17.181 per Dolar AS, Pengamat Soroti Utang Jatuh Tempo Pemerintah Rp833,96 Triliun
Purbaya Bocorkan Nasib...
Purbaya Bocorkan Nasib Utang Whoosh: Indonesia-China Sama-sama Menderita
Sri Lanka Diterjang...
Sri Lanka Diterjang Krisis Ekonomi akibat Perang Iran, Indonesia Harus Waspada
Sri Lanka Tolak Permintaan...
Sri Lanka Tolak Permintaan AS untuk Mendaratkan 2 Jet Tempur di Bandara Mattala
Sahabat Lolly Tagih...
Sahabat Lolly Tagih Utang Rp30,8 Juta, Diduga Uang Mengalir ke Vadel Badjideh
Rekomendasi
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Berita Terkini
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Infografis
10 Negara dengan Utang...
10 Negara dengan Utang China Terbesar, Indonesia Urutan Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved