Bertemu Menbudpar Uzbekistan, Sandiaga Uno Bahas Prasasti Soekarno

Rabu, 07 Juni 2023 - 08:29 WIB
loading...
Bertemu Menbudpar Uzbekistan,...
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno (kanan) melakukan pertemuan dengan Menbudpar Republik Uzbekistan Ozodbek Nazarbekov Ahmadovich, di Uzbekistan, Selasa (6/6/2023). Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno dalam kunjungan kerjanya ke Uzbekistan melakukan pertemuan dengan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Republik Uzbekistan, Ozodbek Nazarbekov Ahmadovich, Selasa (6/6).

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kementerian Uzbek Tashkent, keduanya saling bertukar topi sebagai tanda peningkatan kerja sama bilateral antar dua negara di bidang pariwisata.

Adapun Sandiaga memberikan kopiah khas Indonesia kepada Menbudpar Uzbekistan tersebut. Sebaliknya, Ozodbek juga memberikan Sandiaga Uno sebuah topi khas Uzbekistan.

"Alhamdulillah tadi kita sudah menyelesaikan pertemuan bilateral dengan Menteri Pariwisata Uzbekistan didampingi pak Dubes dan pak Deputi serta pak Direktur," ungkap Sandiaga, dikutip Rabu (7/6/2023).

Menurut dia, ada sejumlah rencana kerja sama yang disepakati antara kedua belah pihak, baik Indonesia maupun Uzbekistan.
"Kami menyepakati bahwa beberapa rencana kerja ke depan yang paling dirasa penting adalah menghidupkan kembali semangat persahabatan antara Uzbekistan dan Indonesia yang digelorakan oleh presiden pertama kita, bapak proklamator kita yaitu Bung Karno," tuturnya.

Salah satu kerja sama tersebut, kata Sandiaga, adalah pembuatan prasasti Presiden pertama Indonesia Soekarno di salah satu masjid yang sempat disinggahi Bung Karno di kota Tashkent, Uzbekistan.

"Salah satu tadi yang saya titipkan adalah keinginan untuk membuat satu momentum sebuah tanda prasasti di masjid Tilla Shayx yang didirikan pada 1902. Pada tahun 1956, Bung Karno singgah dan sembahyang di sana," ungkap Sandiaga Uno.

Kisah Soekarno tersebut, kata Sandiaga, menjadi bukti eratnya persahabatan Indonesia dengan sejumlah negara Eropa Timur. Jejak peninggalan Soekarno itu diharapkan Sandiaga dapat diabadikan lewat sebuah prasasti Sang Proklamator.

"Ini mesjid tempat bapak Proklamasi, Soekarno pernah salat ketika berkunjung ke Uni Soviet. Di masjid ini, Bapak Soekarno menginisiasi pencarian makam Iman Bukhori yang akhirnya ditemukan di Samarkhan, Uzbekistan," bebernya.

Oleh karena itu, Menparekraf berharap pemerintah Uzbekistan dapat membangun sebuah prasasti bagi Sang Proklamator Indonesia di komplek masjid tersebut.

"Saya meminta bantuan kepada pak Dubes dan bapak Wapres yang rencananya akan datang ke Uzbekistan beberapa minggu ke depan untuk membuat prasasti Sang Presiden, sebagai salah satu jejak Bung Karno yang waktu itu mengunjungi Uni Soviet," imbuh Sandiaga.

Baca juga: Kunjungi Uzbekistan, Sandiaga Singgah di Masjid Tempat Soekarno Salat di Kota Tashkent

Sandiaga bilang, usulan tersebut direspons positif oleh Menbudpar Uzbekistan. “Beliau sepakat untuk memasilitasi agar semangat itu tetap ada. Yang kedua tentunya berkaitan dengan pertukaran budaya dan juga pariwisata termasuk juga produk-produk ekonomi kreatif," bebernya.

Sandiaga Uno juga mengungkapkan, jalinan kerja sama khususnya di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif antara Indonesia dan Uzbekistan akan semakin ditingkatkan ke depan.

"Dan bagaimana wisata religi di mana Indonesia sekarang menjadi destinasi pariwisata halal di dunia bisa mengembangkan kerja sama dengan Uzbekistan,” ucapnya.

Baca juga: Terbang ke Uzbekistan, Sandiaga Uno Bukukan Komitmen Human Lab and Medical untuk Investasi di RI

Dubes RI untuk Uzbekistan merangkap Republik Kyrgyzstan, Sunaryo Kartadinata mengatakan, kunjungan Menparekraf memberikan dorongan bagi pihaknya di KBRI Tashkent untuk mendorong kerja sama sektor pariwisata dan meningkatkan kunjungan wisatawan dari Uzbekistan ke Indonesia.

"Di sisi lain, tentu nilai-nilai historis tadi ini juga bisa mengindahkan hubungan kita dengan Uzbekistan. Insha Allah KBRI akan menindaklanjuti termasuk juga persiapan-persiapan untuk UN WTO pada bulan Oktober yang akan datang," kata Sunaryo.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Rupiah Ambruk Sempat...
Rupiah Ambruk Sempat Sentuh Rp17.000 per Dolar AS, Begini Kondisi Terbarunya
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Prabowo: Bung Karno...
Prabowo: Bung Karno Bukan Milik Satu Partai
Rekomendasi
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Lawan China-Korut, Jepang-AS...
Lawan China-Korut, Jepang-AS akan Bahas Penggunaan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved