Konflik Laut China Selatan Memanas, Hak Indonesia Atas ZEE Sesuai Hukum 1982

Jum'at, 24 Juli 2020 - 13:38 WIB
loading...
Konflik Laut China Selatan...
Posisi Indonesia terkait hak kedaulatan atas zona ekonomi eksklusif atau ZEE juga sangat jelas dan konsisten sesuai UNCLOS 1982, dan didukung oleh Sidang UNCLOS tahun 2016. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ketegangan di perairan laut China Selatan antara China dan Amerika Serikat semakin meningkat. Kedua negara adidaya itu saling mengecam terkait manuver masing-masing, seperti latihan militer hingga pengerahan kapal induk ke perairan tersebut.

Menanggapi hal itu, Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri, Jose Antonio Tavares mengatakan, bahwa Indonesia tidak memiliki klaim sengketa di Laut China Selatan. Bahwa posisi Indonesia terkait hak kedaulatan atas zona ekonomi eksklusif atau ZEE juga sangat jelas dan konsisten sesuai UNCLOS 1982, dan didukung oleh Sidang UNCLOS tahun 2016.

"Kita berada dalam posisi netral, tidak memihak kemanapun, kenetralan Indonesia ditunjukan keberpihakan kita, kepada hukum internasional yaitu UNCLOS," kata Jose dalam Market Review di IDX channel, Jumat (24/7/2020).

(Baca Juga: AS Siap Bantu ASEAN Lawan China atas Klaim Laut China Selatan )

Ia menjelaskan, saat ini posisi China berada dalam klaim wilayah laut tersebut. Sedangkan, Amerika Serikat posisinya ada dalam memberikan pandangan negara terhadap situasi tertentu yang terjadi di laut China Selatan. "Jadi kedua negara tersebut posisinya berbeda dalam konflik tersebut," ujarnya

Di tengah kondisi tersebut, Indonesia menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif. Artinya, bebas tidak memihak kubu mana pun dan aktif dalam menjaga kedamaian kawasan.

"Jadi kita tetap menjaga perdamaian dan tidak ada kepentingan untuk memihak negara mana pun. Dah hubungan kita dengan kedua negara tetap baik," jelasnya.

Sambung Jose menambahkan, Indonesia pada prinsipnya akan menjaga situasi di laut China Selatan untuk tetap kondusif. Sebab bila ada konflik terbuka maka akan sangat merugikan bagi Indonesia dan negara sekitar laut tersebut.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menekankan posisi Indonesia di Laut China Selatan sangat jelas dan konsisten. Ditambahkannya bahwa hak Indonesia atas Zona Ekonomi Eksklusif ZEE) di Laut China Selatan juga sangat jelas dan konsisten, dan hal ini sejalan dengan Hukum Laut Internasional 1982. Sikap Indonesia atas ZEE itu juga didukung oleh putusan mahkamah internasional pada tahun 2016.

Indonesia menegaskan semua negara harus berkontribusi untuk memelihara kestabilan dan perdamaian di Laut China Selatan. Indonesia meminta semua pihak menahan diri untuk tidak melakukan tindakan yang dapat menaikkan ketegangan di kawasan Laut China Selatan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BKI Gelar Sidang KOMTEK,...
BKI Gelar Sidang KOMTEK, Pastikan Aturan Klasifikasi Relevan bagi Industri Maritim
Perang Iran Dorong Subsidi...
Perang Iran Dorong Subsidi BBM di ASEAN Cetak Rekor Tertinggi
Harta Kekayaan Taipan...
Harta Kekayaan Taipan ASEAN Lenyap Rp1.000 Triliun Imbas Perang Iran
Rincian Harga BBM di...
Rincian Harga BBM di ASEAN: Malaysia Termurah, Singapura Bikin Geleng Kepala, Indonesia?
BRICS Membangun Kekuatan...
BRICS Membangun Kekuatan Bersama di Sektor Maritim Strategis
Digitalisasi Maritim,...
Digitalisasi Maritim, Pelni dan DTP Perkuat Layanan Berbasis Teknologi Satelit LEO BuanterOne
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Rekomendasi
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Dasco Ungkap Pimpinan...
Dasco Ungkap Pimpinan DPR akan Temui Mahasiswa Besok
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
Kapal Perang China Tembaki...
Kapal Perang China Tembaki Armada Angkatan Laut Selandia Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved