Rincian Harga BBM di ASEAN: Malaysia Termurah, Singapura Bikin Geleng Kepala, Indonesia?

Rabu, 01 April 2026 - 14:10 WIB
loading...
Rincian Harga BBM di...
Lonjakan harga minyak mentah dunia hingga tembus USD115 per barel akibat perang AS-Israel versus Iran mulai memicu efek domino di kawasan Asia Tenggara, berikut daftar harga BBM di ASEAN. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Lonjakan harga minyak mentah dunia yang kini bertengger di atas USD115 per barel akibat perang Amerika Serikat (AS)-Israel versus Iran mulai memicu efek domino di kawasan Asia Tenggara. Saat negara-negara tetangga mulai merombak harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di pom bensin, Indonesia masih menimbang-nimbang.

Perbandingan harga BBM di kawasan Asia Tenggara menunjukkan jurang yang sangat lebar. Perbedaan ini dipicu oleh kebijakan subsidi yang berbeda drastis, ketergantungan pada impor, hingga status negara sebagai penghasil minyak mentah.

Variasi harga BBM di antara negara anggota ASEAN mencerminkan perbedaan kerangka subsidi, struktur perpajakan, dan keterpaparan terhadap pasar minyak global. Tren ini muncul di tengah ketegangan geopolitik yang telah memperketat pasokan global, mendorong harga minyak mentah acuan di atas USD100 per barel, dan mengganggu jalur pengiriman utama, khususnya melalui Selat Hormuz.

Baca Juga: Krisis Selat Hormuz Makin Parah, Lebih dari 40 Negara Terapkan Darurat BBM

Perkembangan ini mulai menguji ketahanan sistem harga bahan bakar domestik di seluruh ASEAN, menyoroti kesenjangan yang semakin melebar antara pasar yang digerakkan oleh subsidi dan pasar yang lebih langsung terpapar fluktuasi harga internasional.

BBM Malaysia Tetap Termurah, Singapura Bikin Geleng Kepala

Dalam konteks ini, Malaysia terus menawarkan beberapa harga bahan bakar eceran terendah di kawasan ini, didukung oleh subsidi jangka panjang yang bertujuan melindungi konsumen dari volatilitas harga global.

Bensin RON95 bersubsidi tetap berada di RM1,99 per liter atau setara Rp8.289, menjaga negara ini tetap di antara pasar bahan bakar termurah di kawasan meskipun harga sedang meningkat.



Pada hari Kamis, Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim mengumumkan penyesuaian sementara kuota untuk program Budi MADANI RON95 (BUDI95) dari 300 liter menjadi 200 liter per bulan, berlaku mulai 1 April. Namun harga RON95 bersubsidi akan tetap tidak berubah, menjaga harga bahan bakar tetap relatif rendah bagi konsumen.

Berdasarkan data pantauan harga BBM per 31 Maret 2026, Malaysia masih memegang takhta sebagai negara dengan harga bensin termurah di ASEAN. Hal ini dimungkinkan karena subsidi pemerintah Malaysia yang sangat agresif untuk RON 95.

Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup, Negara-negara Asia Panik Berebut Pasokan BBM

Di Indonesia, bahan bakar bersubsidi dihargai dalam kisaran Rp12.000 hingga Rp12.390 per liter, menekankan ketergantungan Jakarta yang terus berlanjut pada dukungan fiskal untuk menstabilkan biaya energi domestik.

Namun analis memperingatkan bahwa pendekatan yang sangat bergantung pada subsidi semacam itu bisa menimbulkan tekanan yang meningkat pada keuangan pemerintah jika harga minyak global yang tinggi terus berlanjut dalam jangka waktu panjang.

Sebaliknya Singapura yang tidak mengucurkan subsidi dan menerapkan pajak kendaraan sangat tinggi, mencatatkan harga BBM yang bisa membuat kantong bolong.

Di negara tetangga Singapura, harga bensin tetap yang tertinggi di ASEAN, berkisar sekitar USD3,42 (RM10,64) per liter, yang sebagian besar dipicu oleh pajak tinggi dan kebijakan yang bertujuan untuk mengurangi kepemilikan kendaraan pribadi.

Pemerintah Singapura menekankan, bahwa tingkat pasokan bahan bakar tetap stabil untuk saat ini, dengan persediaan tetap utuh, meskipun pihak berwenang terus memantau situasi dengan cermat untuk setiap kemungkinan perlu dilakukan intervensi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bakal Geruduk DPR, Bawa Tiga Tuntutan Rakyat
Rekomendasi
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Infografis
Investasi Microsoft...
Investasi Microsoft di Malaysia Lebih Besar di Banding Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved