Rencana 680 Ribu Rice Cooker Gratis Belum Jelas, Kementerian ESDM Buka Suara
Rabu, 07 Juni 2023 - 11:40 WIB
loading...
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan alasan program clean cooking atau bagi-bagi rice cooker gratis untuk masyarakat belum juga dilaksanakan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan alasan program clean cooking atau bagi-bagi rice cooker gratis untuk masyarakat belum juga dilaksanakan.Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM (Dirjen Gatrik) Jisman P. Hutajulu menyebutkan, salah satunya lantaran belum mendapat restu dari Bappenas.
Padahal tahun ini, pemerintah telah merencanakan program clean cooking untuk 474.660 rumah tangga yang tersebar di 34 provinsi seluruh Indonesia. Baca Juga: Bantuan Rice Cooker Gratis Masih Wacana, Kementerian ESDM: Duitnya Belum Ada
"Kami laporkan saat ini program clean cooking belum bisa dieksekusi karena Bappenas menginginkan surat tertulis dari DPR RI yang ditujukan kepada Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Bappenas bahwa Kementerian ESDM memiliki program clean cooking dalam tahun anggaran 2023," jelasnya dalam Rapat Dengar Pendapat Eselon I Kementerian ESDM bersama Komisi VII DPR RI, Selasa (6/6/2023).
Baca Juga: Jadi Program Prioritas 2023, Wacana Bagi-Bagi Rice Cooker Gratis Terus Dibahas
Oleh sebab itu, Jisman berharap dalam Rapat Dengar Pendapat maupun Raker mendatang dapat memasukkan program clean cooking ini dalam kesimpulan sehingga pihaknya bisa segera mengeksekusi program tersebut.
Jisman mengakui, mandeknya program clean cooking menjadi salah satu penyebab realisasi belanja Ditjen Gatrik masih sangat minim, yakni 6,8% per akhir Mei 2023 dari pagu anggaran Rp709,4 miliar di 2023.
Tak hanya itu, program clean cooking ternyata belum mendapatkan alokasi anggaran untuk tahun 2024, yaitu untuk 680 ribu rumah tangga sebesar Rp340 miliar.
Seperti diberitakan sebelumnya, Plt Sekretaris Jenderal Dadan Kusdiana juga telah menyebutkan bahwa masih adanya blokir anggaran yang cukup besar di Direktoran Jenderal (Ditjen) Ketenagalistrikan.
"Seperti yang sudah kami sampiakan sebelumnya khususnya kegiatan clean cooking untuk rumah tangga, dan juga Ditjen EBTKE untuk kegiatan PJUTS dan Ditjen Migas untuk kegiatan konkit nelayan dan petani," jelas Dadan.
Padahal tahun ini, pemerintah telah merencanakan program clean cooking untuk 474.660 rumah tangga yang tersebar di 34 provinsi seluruh Indonesia. Baca Juga: Bantuan Rice Cooker Gratis Masih Wacana, Kementerian ESDM: Duitnya Belum Ada
"Kami laporkan saat ini program clean cooking belum bisa dieksekusi karena Bappenas menginginkan surat tertulis dari DPR RI yang ditujukan kepada Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Bappenas bahwa Kementerian ESDM memiliki program clean cooking dalam tahun anggaran 2023," jelasnya dalam Rapat Dengar Pendapat Eselon I Kementerian ESDM bersama Komisi VII DPR RI, Selasa (6/6/2023).
Baca Juga: Jadi Program Prioritas 2023, Wacana Bagi-Bagi Rice Cooker Gratis Terus Dibahas
Oleh sebab itu, Jisman berharap dalam Rapat Dengar Pendapat maupun Raker mendatang dapat memasukkan program clean cooking ini dalam kesimpulan sehingga pihaknya bisa segera mengeksekusi program tersebut.
Jisman mengakui, mandeknya program clean cooking menjadi salah satu penyebab realisasi belanja Ditjen Gatrik masih sangat minim, yakni 6,8% per akhir Mei 2023 dari pagu anggaran Rp709,4 miliar di 2023.
Tak hanya itu, program clean cooking ternyata belum mendapatkan alokasi anggaran untuk tahun 2024, yaitu untuk 680 ribu rumah tangga sebesar Rp340 miliar.
Seperti diberitakan sebelumnya, Plt Sekretaris Jenderal Dadan Kusdiana juga telah menyebutkan bahwa masih adanya blokir anggaran yang cukup besar di Direktoran Jenderal (Ditjen) Ketenagalistrikan.
"Seperti yang sudah kami sampiakan sebelumnya khususnya kegiatan clean cooking untuk rumah tangga, dan juga Ditjen EBTKE untuk kegiatan PJUTS dan Ditjen Migas untuk kegiatan konkit nelayan dan petani," jelas Dadan.
(akr)
Lihat Juga :