Bayar Tol Tanpa Setop Batal Diterapkan 1 Juni 2023, Menteri Basuki Bakal Kaji Ulang
Rabu, 07 Juni 2023 - 15:50 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Aturan Bayar Tol tanpa Setop Rilis Juni Mendatang, Sanksinya Sulit Diterapkan?
Berdasarkan laporan Hasil Tinjauan Perkembangan Pekerjaan Sistem Transaksi Tol Nontunai Nirsentuh Berbasis Multi-Lane Free Flow yang diterima MNC Portal, beberapa poin yang menjadi indikasi kontraktor telah mangkir dari tanggung jawabnya, yaitu saat Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) berulangkali menyampaikan bahwa sistem yang dikembangkan oleh Roatex harus dapat melakukan pengumpulan tol dengan akurat untuk setiap kendaraan yang melintas di jalan tol.
Dengan begitu Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) memperoleh pendapatan tol secara keseluruhan atau 100% sesuai kendaraan yang melintas. Namun demikian, berdasarkan isi laporan PJPK sebagai project ultimate owner mengharapkan agar kamera pada gantry dapat melakukan identifikasi perhitungan seluruh kendaraan yang melintas di jalan tol, dengan pelaksanaan identifikasi plat nomor secara otomatis dan kategorisasi melalui sistem artificial intelligence 94% dan sisanya 6% melalui identifikasi secara visual/manual yang dilakukan oleh verifikator.
Akan tetapi, kontraktor EPC (Engineering-Procurement-Construction/EPC) BUP menyampaikan bahwa kamera pada gantry hanya dapat melakukan identifikasi 94% terhadap nomor plat kendaraan yang tertangkap kamera, bukan terhadap total kendaraan yang melintas. Sehingga tidak ada jaminan bahwa pendapatan BUJT bisa 100% alias ada potensi los pendapatan dari penerapan teknologi.
"Ya kalau bisa Juni ini masih bisa kita kaji lagi, kita teruskan saja," pungkas Menteri Basuki.
Berdasarkan laporan Hasil Tinjauan Perkembangan Pekerjaan Sistem Transaksi Tol Nontunai Nirsentuh Berbasis Multi-Lane Free Flow yang diterima MNC Portal, beberapa poin yang menjadi indikasi kontraktor telah mangkir dari tanggung jawabnya, yaitu saat Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) berulangkali menyampaikan bahwa sistem yang dikembangkan oleh Roatex harus dapat melakukan pengumpulan tol dengan akurat untuk setiap kendaraan yang melintas di jalan tol.
Dengan begitu Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) memperoleh pendapatan tol secara keseluruhan atau 100% sesuai kendaraan yang melintas. Namun demikian, berdasarkan isi laporan PJPK sebagai project ultimate owner mengharapkan agar kamera pada gantry dapat melakukan identifikasi perhitungan seluruh kendaraan yang melintas di jalan tol, dengan pelaksanaan identifikasi plat nomor secara otomatis dan kategorisasi melalui sistem artificial intelligence 94% dan sisanya 6% melalui identifikasi secara visual/manual yang dilakukan oleh verifikator.
Akan tetapi, kontraktor EPC (Engineering-Procurement-Construction/EPC) BUP menyampaikan bahwa kamera pada gantry hanya dapat melakukan identifikasi 94% terhadap nomor plat kendaraan yang tertangkap kamera, bukan terhadap total kendaraan yang melintas. Sehingga tidak ada jaminan bahwa pendapatan BUJT bisa 100% alias ada potensi los pendapatan dari penerapan teknologi.
"Ya kalau bisa Juni ini masih bisa kita kaji lagi, kita teruskan saja," pungkas Menteri Basuki.
(akr)
Lihat Juga :