Menaker Ida Soroti Keberadaan Pekerja Anak di Industri Kelapa Sawit

Senin, 12 Juni 2023 - 19:18 WIB
loading...
Menaker Ida Soroti Keberadaan...
Menaker Ida Fauziyah mengatakan ada kemungkinan industri sawit mempekerjakan anak. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Ketenegakerjaan Ida Fauziyah menyebut pemanfaatan tenaga kerja anak , alias di bawah umur, sangat memungkinkan terjadi pada industri kelapa sawit. Mengingat perkebunan itu sangat luas dan menjadi tulang punggung ekonomi, sehingga membutuhkan banyak tenaga kerja.

Baca juga: Menaker Wanti-wanti Penipuan Lowongan Kerja Penempatan PMI di Media Sosial

Menurutnya saat ini luas lahan kelapa sawit di Indonesia selebar 16,38 juta hektare (ha). Bahkan lahan sawit di Indonesia itu masih lebih luas jika dibandingkan dengan luas Pulau Jawa yang sekitar 12,82 juta ha. Saat ini tenaga kerja yang terserap dan terdata di industri kelapa sawit berjumlah kurang lebih 13 juta orang.

"Perkebunan kelapa sawit nasional dengan luas 16,38 juta ha telah menyerap lebih dari 13 juta pekerja, petani dan karyawan, dengan kondisi tersebut artinya kelapa sawit merupakan salah satu komoditas ekspor hasil perkebunan yang paling berpengaruh di Indonesia, sehingga risko akan kehadiran pekerja anak sangat mungkin terjadi," kata Ida Fauziyah dalam sambutannya pada acara Pencanangan Sektor Kelapa Sawit Terbebas dari Pekerja Anak, Senin (12/6/2023).

Ida Fauziyah menilai keberadaan pekerja anak di kebun kelapa sawit tersebut, baik langsung maupun tidak langsung akan membawa pengaruh buruk untuk kelangsungan industri.

"Perlindungan dan penegakan hukum bagi pekerja anak harus dilakukan, karena kepentingan terbaik untuk anak tidak boleh dirampas oleh siapa pun, dan membebaskan anak-anak kita dari belenggu pekerjaan yang belum menjadi tanggung jawab mereka," lanjutnya.

Berdasarkan data BPS, jumlah pekerja anak taun 2021 mencapi 1,05 juta orang. Walaupun jumlahnya mengalami penurunan dari sebelumnya yang meningkat akibat pandemi, akan tetapi masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi tahun 2019 sebanyak 0,92 juta orang.

Dari total 1,05 pekerja anak, sebanyak 58,51%, bekerja di sektor Jasa, 27,63%, bekerja di sektor pertanian, dan 14,86% bekerja di sektor. Jika dikelompokkan berdasarkan usianya, maka pada tahun 2021 paling banyak pekerja anak berada di rentang usia 13-14 tahun dengan porsi 2,68%, kemudian 15-17 tahun sebanyak 2,41%, dan masih ada pekerja yang berusia 5-12 tahun sebanyak 1,38 persen.

"Upaya penghapusan pekerja anak bukan lah hal yang mudah dan dapat dilakukan dalam waktu singkat, tapi merupakan proses panjang dan berkelanjutan, oleh karena itu pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, dan harus dilakukan terus menerus secara terpadu," kata Ida Fauziyah.

Baca juga: Daftar Lengkap Wakil Indonesia di Indonesia Open 2023: Minions Mundur

"Visi Indonesia emas, penghapusan pekerja anak merupakan gerakan bersama yang harus dilakukan secara terkoordinir oleh semua pihak, baik pemerintah, pengusulan, serikat pekerja, untuk berupaya menghapuskan pekerja anak," pungkasnya.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
10 Perusahaan Diduga...
10 Perusahaan Diduga Manipulasi Nilai Ekspor Sawit, Gapki Buka Suara
Kembaran Hijau Gas Alam...
Kembaran Hijau Gas Alam Siap Jadi Pengganti LPG
Kolaborasi Antaranggota...
Kolaborasi Antaranggota GAPKI Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing Sawit Nasional
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Mengelola Sawit untuk...
Mengelola Sawit untuk Indonesia yang Kuat
Dukung Polisi Denda...
Dukung Polisi Denda Perusahaan Pencemar Lingkungan, Sahroni: Normalisasi Perusakan Ekologis sebagai Kejahatan Berat!
Rekomendasi
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
Jerman Bantai Curacao...
Jerman Bantai Curacao 7-1, Der Panzer Meledak di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved