Utang Menggunung, AS Bisa Lengser dari Kekuatan Finansial Global

Senin, 19 Juni 2023 - 14:21 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Alasan BRICS Ditakuti Amerika Serikat dan Sekutunya

Langkah tersebut memungkinkan pemerintah AS untuk meminjam dana tak terbatas hingga 1 Januari 2025, ketika penangguhan plafon utang berakhir. Plafon dihapus setelah Departemen Keuangan AS secara berulang memperingatkan bahwa kecuali langkah itu diambil, negara akan gagal memenuhi kewajibannya alias default.

Batas pinjaman tercapai kembali pada bulan Januari, dan Departemen Keuangan memiliki opsi terbatas yang dapat diterapkan untuk mencegah default, yang diperkirakan terjadi pada awal Juni. Peringatan tersebut memicu perdebatan sengit selama berbulan-bulan antara Partai Republik dan Demokrat mengenai prioritas pengeluaran, yang membahayakan persetujuan tindakan tersebut.

Pada hari kerja pertama setelah plafon utang dihapuskan, pinjaman federal melonjak sekitar USD400 miliar. Menurut New York Times, angka USD32 triliun tercapai sembilan tahun lebih cepat dari perkiraan pra-pandemi Covid-19. Para ahli mengatakan, untuk menghindari krisis lain, pemerintah perlu mengatasi faktor-faktor pendorong utang.

"Saat kita berpacu melewati USD32 triliun tanpa akhir yang terlihat, sudah lewat waktu untuk mengatasi pendorong fundamental utang kita, yang merupakan pertumbuhan pengeluaran wajib dan kurangnya pendapatan yang cukup untuk mendanainya," ujar Kepala Yayasan Peter G Peterson, Michael A Peterson. Menurut proyeksi yayasan tersebut, AS bisa menumpuk utang USD127 triliun lagi selama 30 tahun ke depan, dengan biaya bunga yang bakal menguras sekitar 40% dari pendapatan federal negara itu pada tahun 2053.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Iran Merudal Israel,...
Iran Merudal Israel, Trump Cegah Zionis Balas Serangan
Iran Tembakkan Rentetan...
Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
Rekomendasi
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
12 Wilayah Indonesia...
12 Wilayah Indonesia Siaga Tsunami Pascagempa M7,7 yang Berpusat di Filipina
Brigjen TNI Marinir...
Brigjen TNI Marinir Rino Rianto Resmi Jabat Dandenjaka, Pimpin Pasukan Elite TNI AL
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved