Kompetisi Bisnis Ride Hailing di Indonesia Terbilang Ketat
Selasa, 20 Juni 2023 - 21:32 WIB
loading...
A
A
A
Maybank melihat industri ride hailing di Indonesia ke depan masih berpotensi untuk tumbuh. Beberapa faktor pendukungnya seperti kepemilikan mobil di Indonesia yang saat ini masih rendah. Jumlah mobil dan jumlah penduduk masih cukup timpang, yaitu sekitar 82 mobil/per 1.000 orang. Faktor lainnya seperti kemacetan lalu lintas, kebijakan ganjil genap, dan keterbatasan jangkauan transportasi publik.
Selain itu, faktor urbanisasi juga akan meningkatkan pasar layanan ride hailing. Berdasarkan data Bank Dunia di tahun 2021, sebanyak 57% orang Indonesia tinggal di daerah perkotaan. “Orang perkotaan lebih mengutamakan kemudahan dan kepraktisan, namun bersedia membayar lebih,” kata riset tersebut.
Baca juga: Bangladesh Daftar Gabung BRICS, Tata Dunia Multipolar Makin Menguat
Berdasarkan data Google, Temasek, Bain & Company di 2022, industri transportasi dan makanan di Indonesia masih dalam tren positif dengan proyeksi kenaikan 22% secara CAGR (Compound Annual Growth Rate) dari USD8 miliar di 2022 menjadi USD 15 miliar pada 2025.
Selain itu, faktor urbanisasi juga akan meningkatkan pasar layanan ride hailing. Berdasarkan data Bank Dunia di tahun 2021, sebanyak 57% orang Indonesia tinggal di daerah perkotaan. “Orang perkotaan lebih mengutamakan kemudahan dan kepraktisan, namun bersedia membayar lebih,” kata riset tersebut.
Baca juga: Bangladesh Daftar Gabung BRICS, Tata Dunia Multipolar Makin Menguat
Berdasarkan data Google, Temasek, Bain & Company di 2022, industri transportasi dan makanan di Indonesia masih dalam tren positif dengan proyeksi kenaikan 22% secara CAGR (Compound Annual Growth Rate) dari USD8 miliar di 2022 menjadi USD 15 miliar pada 2025.
(uka)
Lihat Juga :