Ekonomi Sulit, Pemuda China Ramai-ramai Mendekat pada Tuhan

Minggu, 25 Juni 2023 - 11:49 WIB
loading...
A A A
Pemulihan ekonomi China yang sulit dan perlambatan di sektor pendidikan, properti, dan teknologi telah menekan peluang bagi para lulusan baru. Akibatnya, banyak orang lebih percaya kepada dewa-dewi daripada gelar mereka.

Para pemuda China ini telah menjadi perbincangan di media sosial, merujuk pada kaum muda yang beralih ke persembahan spiritual dalam upaya mendekatkan diri kepada sang ilahi. "Antara maju dan bekerja, saya memilih dupa," adalah salah satu slogan yang kini populer di China.

Slogan ini mencerminkan keinginan untuk berdoa demi perbaikan diri. Slogan ini dikaitkan dengan neijuan, atau involusi di mana kerja keras mereka sering kali sia-sia. Banyak kuil telah memenuhi permintaan akan makanan spiritual ini dengan menawarkan kursus meditasi, kafe di tempat dan, menurut beberapa laporan, pusat konseling psikologis. Semua ini telah diberi label 'ekonomi kuil'.

Pernak-pernik bergaya Budha juga semakin populer. Pada Januari, kuil Lama, biara Budha terbesar di Beijing, mengeluarkan pernyataan yang mengklarifikasi bahwa mereka tidak mengizinkan platform pihak ketiga untuk menjual gelang kuil Lama, bertentangan dengan klaim beberapa vendor online.

Meskipun partai komunis China secara resmi adalah ateis, banyak orang yang beralih ke praktik-praktik kuno pada saat dibutuhkan. Prof Emily Baum dari University of California, Irvine, yang mempelajari sejarah China modern mengatakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kondisi Angkatan Kerja...
Kondisi Angkatan Kerja RI: 7,2 Juta Pengangguran, 98,58 Juta Bekerja Penuh Waktu, Freelance 38,35 Juta
Ketiga Kalinya, Para...
Ketiga Kalinya, Para Ahli Tak Melihat Perbaikan Ekonomi Indonesia
Mengatasi Pengangguran...
Mengatasi Pengangguran lewat Peningkatan Kompetensi Profesional Indonesia
China Mengangkangi Tarif...
China Mengangkangi Tarif Trump, Surplus Perdagangan Cetak Rekor Rp19.886 Triliun
Dorong Konsumsi Domestik,...
Dorong Konsumsi Domestik, China Pangkas Tarif Impor 935 Produk Mulai 2026
Ekspor China Bangkit,...
Ekspor China Bangkit, Surplus Perdagangan Melesat Tembus Rp16.693 Triliun
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Hidupkan Semangat Kongres...
Hidupkan Semangat Kongres Pemuda 1926, IKPPI Gelar Gema Pemuda 2026
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Rekomendasi
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved