Melambat, Penerimaan Bea Cukai Mei 2023 Capai Rp118,36 Triliun
Senin, 26 Juni 2023 - 15:08 WIB
loading...
Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengantongi, penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp118,36 triliun di Mei 2023. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan atau Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengantongi, penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp118,36 triliun di Mei 2023. Angka ini turun 15,64% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy), meski memenuhi 39,04% dari target APBN .
"Penerimaan kepabeanan dan cukai melambat dipengaruhi turunnya penerimaan bea keluar (BK) dan cukai," ucap Sri Mulai dalam Konferensi Pers APBN KITA di Jakarta, Senin (26/6/2023).
Baca Juga: Sri Mulyani Kantongi Pajak Rp830 Triliun di Mei 2023, Ini Rinciannya
Hanya saja, penerimaan bea masuk (BM) masih mencatatkan kinerja positif. Penerimaan bea masuk tumbuh 7,87% yoy, sebesar Rp20,41 triliun dalam periode Januari-Mei 2023.
Peningkatan bea masuk ini disebabkan oleh naiknya kurs USD5,17% yoy, tarif efektif yang naik menjadi 1,46% meskipun utilitisasi FTA naik menjadi 34,95%. "Komoditas utama penyumbang BM ini tumbuh di antaranya kendaraan roda 4, suku cadang, besi dan baja dasar, serta mesin penambangan," ungkap Sri.
Baca Juga: Belanja Negara Mei 2023 Capai Rp714,6 Triliun, Sri Mulyani Ungkap Rinciannya
Kendati demikian, kinerja impor cenderung menurun secara kumulatif sebesar -3,78% yoy. Sementara itu, penerimaan akumulatif BK turun hingga -67,52% yoy menjadi Rp5,15 triliun di periode Januari-Mei 2023.
"Penerimaan kepabeanan dan cukai melambat dipengaruhi turunnya penerimaan bea keluar (BK) dan cukai," ucap Sri Mulai dalam Konferensi Pers APBN KITA di Jakarta, Senin (26/6/2023).
Baca Juga: Sri Mulyani Kantongi Pajak Rp830 Triliun di Mei 2023, Ini Rinciannya
Hanya saja, penerimaan bea masuk (BM) masih mencatatkan kinerja positif. Penerimaan bea masuk tumbuh 7,87% yoy, sebesar Rp20,41 triliun dalam periode Januari-Mei 2023.
Peningkatan bea masuk ini disebabkan oleh naiknya kurs USD5,17% yoy, tarif efektif yang naik menjadi 1,46% meskipun utilitisasi FTA naik menjadi 34,95%. "Komoditas utama penyumbang BM ini tumbuh di antaranya kendaraan roda 4, suku cadang, besi dan baja dasar, serta mesin penambangan," ungkap Sri.
Baca Juga: Belanja Negara Mei 2023 Capai Rp714,6 Triliun, Sri Mulyani Ungkap Rinciannya
Kendati demikian, kinerja impor cenderung menurun secara kumulatif sebesar -3,78% yoy. Sementara itu, penerimaan akumulatif BK turun hingga -67,52% yoy menjadi Rp5,15 triliun di periode Januari-Mei 2023.
Lihat Juga :