Masih Sebatas Rencana, Bos Pertamina Klaim Gasifikasi Batu Bara Bisa Tekan Impor Elpiji
Minggu, 26 Juli 2020 - 17:52 WIB
loading...
A
A
A
"Kami sudah berhitung. Untuk bisa membebaskan ketergantungan atas impor elpiji, maka perlu ada produksi DME yang besar. Nah, kita butuh empat lokasi lagi dengan satu lokasi satu pabrik berkapasitas satu juta ton DME," ujarnya.
Baca Juga: Pertamina Antisipasi Lonjakan Konsumsi LPG Jelang Idul Adha 2020
Nicke mengungkapkan pembangunan pabrik DME akan dikolaborasikan dengan PTBA melalui komitmen penandatanganan nota kesepahaman dan rencananya akan dibangun di Tanjung Enim. Rencananya lagi, pabrik tersebut nantinya akan menyerap 6 juta ton batu bara kalori rendah dan menghasilkan 4,1 juta metrik ton produk DME.
Meskpun investasinya besar, pihaknya optimistis program hilirisasi tersebut akan jalan untuk terus menekan impor gas elpiji. Pasalnya kondisi impor elpiji telah mencapai 70% dengan volume mencapai 5 juta metrik ton. "Nah, dari batubara kalori rendah yang selama ini gak digunakan di PLTU. Ini akan kita serap untuk substitusi impor elpiji," tandasnya.
Baca Juga: Pertamina Antisipasi Lonjakan Konsumsi LPG Jelang Idul Adha 2020
Nicke mengungkapkan pembangunan pabrik DME akan dikolaborasikan dengan PTBA melalui komitmen penandatanganan nota kesepahaman dan rencananya akan dibangun di Tanjung Enim. Rencananya lagi, pabrik tersebut nantinya akan menyerap 6 juta ton batu bara kalori rendah dan menghasilkan 4,1 juta metrik ton produk DME.
Meskpun investasinya besar, pihaknya optimistis program hilirisasi tersebut akan jalan untuk terus menekan impor gas elpiji. Pasalnya kondisi impor elpiji telah mencapai 70% dengan volume mencapai 5 juta metrik ton. "Nah, dari batubara kalori rendah yang selama ini gak digunakan di PLTU. Ini akan kita serap untuk substitusi impor elpiji," tandasnya.
(nng)
Lihat Juga :