Produk Indonesia Dijegal Uni Eropa, Mendag Bakal Garap Pasar Asia Selatan dan Afrika
Rabu, 28 Juni 2023 - 13:55 WIB
loading...
A
A
A
Setidaknya menurut Mendag negara-negara tersebut memiliki jumlah populasi mencapai 3,6 miliar orang. Dari segi populasi, wilayah tersebut dianggap menjadi pasar yang menarik bagi para pelaku UMKM berjualan.
"UMKM kita sekarang lagi buka pasar ke Asia Selatan, Bangladesh, India, Pakistan. Orangnya ada 2 miliar, banyak itu, asal harganya cocok. Kita punya kerudung, itu harganya Rp25 ribu, kan tidak sampai USD2, baju kita jual ada yang USD7-10, itu kita jual ke Afrika laku. Afrika itu orangnya ada 1,6 miliar," sambung Zulhas.
Seperti diketahui Uni Eropa telah menjalankan Undang-Undang Komoditas Bebas Deforestasi Uni Eropa atau EU Deforestation Regulation (EUDR). Kebijakan itu akan berdampak pada sulitnya akses pasar ke Uni Eropa untuk beberapa komoditas asli Indonesia.
Setidaknya akan ada 6 komoditas Indonesia bakal sulit untuk menembus pasar Uni Eropa, Kopi, kakau, karet, furniture, CPO, dan sapi akan sulit masuk ke pasar Eropa akibat penerapan EUDR.
Keenam komoditas tersebut saat ini dinilai paling banyak melakukan deforestasi ataupun dianggap produk yang menghasilkan emisi karbon cukup tinggi dari proses produksinya. Lewat kebijakan EUDR, Uni Eropa mengklasifikasikan produk yang masuk dalam tiga kategori, pertama low risk dengan tingkat emisi karbon 3%, standard risk dengan paling banyak menyumbang 6%, dan high risk paling banyak 9%.
"UMKM kita sekarang lagi buka pasar ke Asia Selatan, Bangladesh, India, Pakistan. Orangnya ada 2 miliar, banyak itu, asal harganya cocok. Kita punya kerudung, itu harganya Rp25 ribu, kan tidak sampai USD2, baju kita jual ada yang USD7-10, itu kita jual ke Afrika laku. Afrika itu orangnya ada 1,6 miliar," sambung Zulhas.
Seperti diketahui Uni Eropa telah menjalankan Undang-Undang Komoditas Bebas Deforestasi Uni Eropa atau EU Deforestation Regulation (EUDR). Kebijakan itu akan berdampak pada sulitnya akses pasar ke Uni Eropa untuk beberapa komoditas asli Indonesia.
Setidaknya akan ada 6 komoditas Indonesia bakal sulit untuk menembus pasar Uni Eropa, Kopi, kakau, karet, furniture, CPO, dan sapi akan sulit masuk ke pasar Eropa akibat penerapan EUDR.
Keenam komoditas tersebut saat ini dinilai paling banyak melakukan deforestasi ataupun dianggap produk yang menghasilkan emisi karbon cukup tinggi dari proses produksinya. Lewat kebijakan EUDR, Uni Eropa mengklasifikasikan produk yang masuk dalam tiga kategori, pertama low risk dengan tingkat emisi karbon 3%, standard risk dengan paling banyak menyumbang 6%, dan high risk paling banyak 9%.
Lihat Juga :