Pertamina Patra Niaga Perluas portofolio Bisnis, Salurkan VLSFO untuk Kapal Angkutan Laut
Senin, 03 Juli 2023 - 16:58 WIB
loading...
PT Pertamina Patra Niaga memperluas portfolio bisnisnya dengan menyalurkan produk VLSFO (Very Low Sulfur Fuel Oil) untuk konsumen kapal ocean going. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga memperluas portfolio bisnisnya melalui kolaborasi dengan Sub Holding Pertamina Group yakni PT Kilang Pertamina Internasional, dalam menyalurkan produk VLSFO (Very Low Sulfur Fuel Oil) untuk konsumen kapal ocean going.
Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan mengatakan, kolaborasi ini akan fokus pada penyediaan VLSFO yang sesuai standar global dengan harga yang kompetitif dengan market regional. Saat ini, kata dia, volume penjualan bunker ocean going di Indonesia masih sangat kecil jika dibandingkan dengan tingginya lalu lintas kapal-kapal yang melintas di perairan nusantara. Hal ini menurutnya, dikarenakan disparitas harga bunker di Indonesia dengan pelabuhan lain di Asia Pasifik yang cukup tinggi.
Baca Juga: Gelar RUPS, Pertamina Patra Niaga Laporkan Laba Bersih USD193 Juta di 2022
"Adanya kolaborasi ini akan membuat Harga VLSFO menjadi semakin kompetitif dibandingkan dengan harga di port lain, seperti Singapura. Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan market share Pertamina di pasar bunker, baik secara domestik maupun internasional," ungkapnya melalui keterangan tertulis, Senin (3/7/2023).
Pada kesempatan yang sama, Direktur Optimasi Feedstock dan Produk Kilang Pertamina Internasional, Sani Dinar Saifuddin, turut menyambut baik kerja sama ini. Sani menilai PT Pertamina Patra Niaga memiliki pengalaman, akses, dan jaringan ke konsumen bunker ocean-going serta memiliki sumber daya dan sarfas yang mendukung untuk pemasaran dan suplai ke konsumen bunker.
Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan mengatakan, kolaborasi ini akan fokus pada penyediaan VLSFO yang sesuai standar global dengan harga yang kompetitif dengan market regional. Saat ini, kata dia, volume penjualan bunker ocean going di Indonesia masih sangat kecil jika dibandingkan dengan tingginya lalu lintas kapal-kapal yang melintas di perairan nusantara. Hal ini menurutnya, dikarenakan disparitas harga bunker di Indonesia dengan pelabuhan lain di Asia Pasifik yang cukup tinggi.
Baca Juga: Gelar RUPS, Pertamina Patra Niaga Laporkan Laba Bersih USD193 Juta di 2022
"Adanya kolaborasi ini akan membuat Harga VLSFO menjadi semakin kompetitif dibandingkan dengan harga di port lain, seperti Singapura. Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan market share Pertamina di pasar bunker, baik secara domestik maupun internasional," ungkapnya melalui keterangan tertulis, Senin (3/7/2023).
Pada kesempatan yang sama, Direktur Optimasi Feedstock dan Produk Kilang Pertamina Internasional, Sani Dinar Saifuddin, turut menyambut baik kerja sama ini. Sani menilai PT Pertamina Patra Niaga memiliki pengalaman, akses, dan jaringan ke konsumen bunker ocean-going serta memiliki sumber daya dan sarfas yang mendukung untuk pemasaran dan suplai ke konsumen bunker.
Lihat Juga :