Pabrik Atap Bitumen Onduline di Indonesia Mulai Dibangun

Minggu, 09 Juli 2023 - 19:41 WIB
loading...
Pabrik Atap Bitumen...
Setelah pabrik pertama beroperasi pada November 2022 lalu, Onduline Group meresmikan pemancangan pondasi pertama Pabrik Onduline pada 3 Juli 2023 lalu di Rembang, Pasuruan, Jawa Timur. Foto/Dok
A A A
PASURUAN - Setelah pabrik pertama beroperasi pada November 2022 lalu, Onduline Group meresmikan pemancangan pondasi pertama Pabrik Onduline pada 3 Juli 2023 lalu di Rembang, Pasuruan, Jawa Timur. Pabrik kedua ini bakal memiliki kapasitas produksi lebih besar dan memiliki mesin warna yang lebih lengkap yang terletak di kawasan industri Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER).

Baca Juga: Perkuat Pasar Waterproofing, Onduline Luncurkan Produk Pelapis Tahan Rembes

Onduline Group memantapkan langkah ekspansi bisnisnya ke Indonesia, yang menjadi salah satu pasar penting dalam strategi global perusahaan, dengan mendirikan pabrik yang memproduksi atap bitumen di bawah bendera PT Onduline Manufaktur Indonesia (OMI).

OMI bersama pengelola kawasan industri PIER yaitu PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) telah menyepakati perjanjian pada September 2022 lalu untuk pembangunan pabrik Onduline di atas lahan 1,2 hektare. Pabrik akan dilengkapi empat line produksi, yaitu impregnasi, pengecatan, pemotongan dan pengemasan.

Baca Juga: Onduline Ajak Profesional Arsitektur Ciptakan Disain Atap Ramah Lingkungan

Keputusan perusahaan membuka pabrik di Indonesia ini merupakan wujud dukungan Onduline Group terhadap program pemerintah dalam mendorong penggunaan produk lokal melalui peningkatan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri), termasuk di sektor bahan bangunan.

“Kami mendukung penuh target pemerintah dalam peningkatan TKDN di Indonesia, dimana pada tahun 2022 lalu kami telah mengoperasikan pabrik pertama kami di Kawasan PIER. Program TKDN ini menjadi motivasi bagi PT Onduline Manufaktur Indonesia untuk memenuhi kebutuhan atap ramah lingkungan terutama untuk lingkup domestik di Indonesia. Hari ini kami berbangga untuk pencapaian pembangunan pabrik Onduline di Indonesia dan kami berharap dapat memenuhi kebutuhan atap bitumen ringan di Indonesia,” kata Asia Pacific Director Onduline, Olivier Guilluy dalam keterangan tertulisnya di Pasuruan, Jawa Timur.

Kehadiran pabrik Onduline diharapkan dapat menumbuhkan ekosistem hilirisasi bahan bangunan yang ramah lingkungan bagi Indonesia dan memberdayakan sumber daya dalam negeri.

Onduline selalu mengedepankan keselamatan dan keamanan setiap individu yang berada di area produksi, salah satunya dengan penyediaan sistem automasi untuk mengoperasikan mesin dan alat-alat laboratorium sesuai standar yang berlaku, serta penggunaan material ramah untuk lingkungan dan kesehatan manusia.

Komitmen Lokal

Terkait komitmen TKDN, Direktur PT Onduline Manufaktur Indonesia, Rama Krishnan menyebut pihaknya akan melakukan penyerapan sumber daya lokal agar dapat mencapai target nilai TKDN sebesar 50%.

“Ini merupakan komitmen nyata untuk peningkatan TKDN yang telah kami mulai pada 2022 lalu melalui pendirian pabrik pertama dan hari ini adalah komitmen lanjutan sebagai perwujudan dari dukungan Onduline dalam mendukung program pemerintah dan mendukung kemajuan industri bahan bangunan di Indonesia," ujar jelas Rama usai prosesi peletakan batu pertama Pabrik Onduline di Pasuruan, pada Senin (3/7/2023).

"Kami menghadirkan teknologi terbaik, pemanfaatan sumber daya lokal, serta proses produksi yang ramah lingkungan. Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah, PT OMI menargetkan agar pabrik ini dapat beroperasi pada kuarta III 2024,” sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, Plh Bupati Pasuruan Abdul Mujib Imron menaruh perhatian khusus untuk pelaku industri di daerahnya agar melakukan sertifikasi TKDN terhadap produk-produk yang dihasilkan. Menurutnya, pemerintah mempunyai peran penting dalam memacu penyerapan produk lokal, dengan berbagai program dan kebijakan yang dilaksanakan.

“Kami mendukung dengan serius untuk mendorong para pelaku industri di Jawa Timur khususnya wilayah Pasuruan agar menaikkan tingkat komponen dalam negeri dalam setiap proses produksi mereka,” terang Mujib.

OMI sendiri akan fokus pada produksi (manufacturing) dengan target kapasitas produksi 2,52 juta meter persegi (m2), sedangkan PT Onduline Indonesia menjadi perusahaan dagang yang mendistribusikan seluruh produk atap bitumen Onduline yang diproduksinya. Rencananya pabrikan akan memproduksi atap lembaran bitumen bergelombang merek Onduline Classic, Onduvilla, Onduline Tile, Duro 235 dan Onducasa.

Produk diproduksi dengan teknologi terdepan sehingga menghasilkan produk atap bitumen bergelombang yang ramah lingkungan dari serat selulosa, organik, resin dan mineral yang menghasilkan produk atap bitumen yang ringan, ramah lingkungan, tidak memiliki kandungan metal dan asbes, memiliki perlindungan akustik yang baik, tidak mengandung karat dan korosi, ringan dan fleksibel, sehinga cocok untuk daerah pesisir dan daerah rawan gempa.

Director PT Onduline Indonesia Esther Pane mengatakan, pembangunan pabrik Onduline di Indonesia ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan penutup atap berkualitas tinggi dan yang ramah lingkungan.

“Melihat potensi pasar Indonesia yang terus berkembang, Onduline berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia di segala segmen, baik itu pemerintah, private, ataupun retail. Dengan adanya teknologi terbaik ada pabrik Onduline di Indonesia, kami juga optimis dapat terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus dinamis,” urai Esther.

PT Onduline Indonesia telah hadir di Indonesia sejak tahun 2004 dan terus berkembang dalam jalur distributor di seluruh provinsi di Indonesia. Saat ini Onduline adalah bagian dari Kingspan Group, perusahaan global yang berfokus pada bahan bangunan berteknologi tinggi dan ramah lingkungan.

Dan, PT Onduline Indonesia banyak melakukan serangkaian kegiatan untuk mensosialisasikan strategis bisnis nya dengan melakukan serangkaian kegiatan promosi dan activation. Sepekan ini, selain mengadakan acara ground breaking Pabrik Onduline pihaknya juga mengikuti pameran Indobuitech di ICE BSD serta kegiatan sayembara arsitektur tingkat Asia untuk design green roof, serta merilis produk-produk baru untuk energi terbarukan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
SIG Gandeng BRIN Perkuat...
SIG Gandeng BRIN Perkuat Riset Material Bangunan Berkelanjutan
3 Dekade Jaga Kualitas,...
3 Dekade Jaga Kualitas, Marwani Indah Perkokoh Posisi di Pasar Genteng Beton dan Paving Block
Phytochemindo Reksa...
Phytochemindo Reksa Resmikan Pabrik Klapanunggal dan Luncurkan Buku Biografi Wim Kalona
PT BEST Investasi USD...
PT BEST Investasi USD 10 Juta, PT BEST Bangun Pabrik AC dan Mesin Cuci di Tangerang
Pabrik Kembang Api China...
Pabrik Kembang Api China Meledak Tewaskan 21 Orang, Penampakannya Bak Medan Perang
Prabowo Dijadwalkan...
Prabowo Dijadwalkan Resmikan Pabrik Mobil Listrik di Magelang Besok
Rekomendasi
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
DBL Gandeng Partner...
DBL Gandeng Partner Anyar untuk Dorong Pengembangan Talenta Muda Indonesia
Berita Terkini
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved