Proyek Kereta Cepat Molor dari Target, Pengamat: Semua Kena Efek Covid-19
Senin, 27 Juli 2020 - 19:59 WIB
loading...
A
A
A
“Akan berbeda kalau kita bicara dampak ekonomi sebelum masa pandemi, jelas Bandung snagat membutuhkan proyek ini, sebab di bandung itu sangat jarang even-even internasional karena permasalahan akses. Lewat jalan tol, macet, naik kereta api juga terbatas,” ungkapnya.
(Baca Juga: Ada 2.000 Pekerja China di Proyek Kereta Cepat, Menaker: Perbandingan 1:5 )
Dia menambahkan, molornya pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung masih bisa dimaklumi selama perekonomian berjalan. “Meski tidak 100%, tapi sekarang kan fokus pemerintah bagaimana kesehatan itu bisa beriringan dengan produktivitas. Tapi tidak akan 100%, makanya tidak hanya proyek kereta cepat saja yang ditunda , namun kalau perlu semua proyek PSN ditunda karena masalah pandemi ini,” pungkasnya.
Sementara itu, anggota DPR Komisi V, Muhammad Aras mengatakan prihatin dengan ditundanya proyek Kereta Cepat jakarta-Bandung. Meski begitu dia memahami langkah pemerintah akibat penundaan karena alasan Covid-19. “Tapi harus jelas penundaan itu juga hendaknya memberikan efek positif kepada masyarakat. Misalnya, kalau ada pengalihan anggaran, bisa dialihkan ke program padat karya,” ungkapnya.
Diterangkan juga olehnya, banyak hal yang harus diantisipasi pemerintah terkait dengan tertundanya pembangunan proyek infrastruktur di masa pandemi ini. “Kita cukup memahami, selama ada alasan yang jelas dan Covid-19 ini harus diantisipasi dengan program yang lain memberikan efek positif kepada masyarakat,” pungkasnya.
(Baca Juga: Ada 2.000 Pekerja China di Proyek Kereta Cepat, Menaker: Perbandingan 1:5 )
Dia menambahkan, molornya pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung masih bisa dimaklumi selama perekonomian berjalan. “Meski tidak 100%, tapi sekarang kan fokus pemerintah bagaimana kesehatan itu bisa beriringan dengan produktivitas. Tapi tidak akan 100%, makanya tidak hanya proyek kereta cepat saja yang ditunda , namun kalau perlu semua proyek PSN ditunda karena masalah pandemi ini,” pungkasnya.
Sementara itu, anggota DPR Komisi V, Muhammad Aras mengatakan prihatin dengan ditundanya proyek Kereta Cepat jakarta-Bandung. Meski begitu dia memahami langkah pemerintah akibat penundaan karena alasan Covid-19. “Tapi harus jelas penundaan itu juga hendaknya memberikan efek positif kepada masyarakat. Misalnya, kalau ada pengalihan anggaran, bisa dialihkan ke program padat karya,” ungkapnya.
Diterangkan juga olehnya, banyak hal yang harus diantisipasi pemerintah terkait dengan tertundanya pembangunan proyek infrastruktur di masa pandemi ini. “Kita cukup memahami, selama ada alasan yang jelas dan Covid-19 ini harus diantisipasi dengan program yang lain memberikan efek positif kepada masyarakat,” pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :