Pemanfaatan EBT di Indonesia Baru 0,5%, Sri Mulyani: Ini Memalukan

Rabu, 12 Juli 2023 - 22:09 WIB
loading...
Pemanfaatan EBT di Indonesia...
Menkeu Sri Mulyani Indrawati menyayangkan, pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia yang masih sangat rendah, atau baru 0,5%. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan atau Menkeu Sri Mulyani I ndrawati menyayangkan, pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia yang masih sangat rendah, atau baru 0,5%. Pencapaian ini, menurutnya memalukan mengingat komitmen Indonesia soal memitigasi imbas perubahan iklim .

"Ini memalukan, pak Hilmi Panigoro, tidak sampai 1%. Pak Dirjen deh, DPR nanti tolong dorong-dorong terus ke Menteri ESDM. Kita punya banyak banget potensi, mau air, geothermal dan lainnya," ungkap Sri Mulyani dalam Indonesia EBTKE ConEx ke-11 secara virtual di Jakarta, Rabu (12/7/2023).

Baca Juga: Sri Mulyani Bicara Kengerian dan Mahalnya Dampak Perubahan Iklim Bagi Indonesia

Ditekankan juga oleh Menkeu bahwa pihaknya di Kemenkeu (Kementerian Keuangan) akan terus mendorong engagement. "Juga mendengar agar policy memampukan anda untuk mewujudkan renewable lebih besar," tambah Sri.

Sri Mulyani turut menyinggung soal rencana pensiun dini pembangkit listrik tenaga batu bara. Baca Juga: Sri Mulyani Soroti Biaya Hindari Bencana Perubahan Iklim yang Tembus USD2,4 Triliun

"Mereduce PLT batu bara, pensiun dini dari yang tadinya masih beroperasi hingga 2050, pensiunnya di 2030 atau 2040. Dia pensiun bukan berarti mati, dia masih hidup, ini hitung-hitungannya bagi yang pensiun dini seperti apa? ini yang dibutuhkan. Baik power generator di PLN book, atau IPP," tambah Sri.

Dia mengatakan, jika berbasis batu bara ini dipensiunkan dan suplai energi turun, ditambah permintaan naik, maka harus digantikan dengan EBT. Terlebih, Indonesia memiliki banyak potensi EBT.

Sri menjelaskan bahwa bumi, menurut Intergovernmental Panel on Climate Change atau IPCC yang laporannya keluar bulan Maret lalu, telah mengalami kenaikan temperatur 1,1 derajat celcius sejak revolusi industri.

Ini artinya hanya sedikit lagi mencapai 1,5 derajat centigrade atau celcius yang merupakan ambang batas bagi yang disebut kenaikan suhu yang menimbulkan dampak luar biasa bagi kehidupan manusia dan sustainabilitas bumi ini.

Menurut Global Risk Report 2023, yang diterbitkan oleh World Economic Forum, dalam 10 tahun yang akan datang, 6 dari 10 risiko terbesar yang akan dihadapi oleh masyarakat dan negara, semuanya 60% adalah terkait dengan perubahan iklim.

"Tentu ini makin menyadarkan kepada kita bahwa perubahan iklim bukan hanya sebuah latihan akademik, bukan hanya sebuah topik yang menarik untuk didiskusikan di berbagai forum. Terutama di forum global, tetapi itu sudah menjadi risiko terbesar bagi kemanusiaan dan semua negara," tegas Sri.

Disayangkan, bagi negara berpendapatan rendah dan berkembang, implikasi dari perubahan iklim ini akan menjadi sangat signifikan dan merusak.

"Jadi kalau kita berharap dan menginginkan dunia maju bersama, terutama bagi negara-negara berkembang dan negara-negara miskin untuk bisa meneruskan upaya membangun di dalam mencapai kemakmuran. Akan menghadapi imbas kerusakan perubahan iklim yang akan menimbulkan setback atau kemunduran dan halangan terhadap proses pembangunannya," tandas Sri.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
PLN EPI Siapkan Infrastruktur...
PLN EPI Siapkan Infrastruktur Gas, Kebutuhan Energi Primer Diproyeksi Tumbuh 5% per Tahun
Sokoguru Policy Forum:...
Sokoguru Policy Forum: Bedah Strategi Penguatan Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
GEM Perkuat Standar...
GEM Perkuat Standar K3 dan APD demi Keselamatan Pekerja
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Ketua MKI Jateng Dukung...
Ketua MKI Jateng Dukung Percepatan EBT dan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
Pakar ITB Soroti Tantangan...
Pakar ITB Soroti Tantangan Sistem Kelistrikan dalam Menghadapi Perubahan Iklim
Rekomendasi
Perjuangan Mahasiswa...
Perjuangan Mahasiswa Tembus Bundaran HI: Diblokade di Semanggi, Saling Dorong dengan Aparat di Tosari
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Berita Terkini
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni
Operasional Multi Lokasi...
Operasional Multi Lokasi Kini Bisa Dipantau dari Satu Dashboard
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, Jasa Marga Optimalkan One Call Center 133
Pertamina NRE Pasang...
Pertamina NRE Pasang PLTS Pertama di Kapal Angkut Minyak
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved