Kesepakatan Ekspor Biji-bijian Laut Hitam Berakhir, Rusia Disebut Menikam dari Belakang

Kamis, 20 Juli 2023 - 03:44 WIB
loading...
A A A
Lebih dari 50 juta orang di Somalia, Kenya, Ethiopia dan Sudan Selatan membutuhkan bantuan pangan karena minimnya curah hujan selama bertahun-tahun. Rusia menerangkan, bahwa kegagalan Ukraina untuk mengekspor lebih banyak biji-bijian ke negara-negara miskin adalah salah satu alasan mereka menarik diri dari kesepakatan.

Namun, PBB mengungkapkan bahwa di bawah kesepakatan biji-bijian, Ukraina telah mengirim 625.000 ton makanan sebagai bantuan kemanusiaan ke Afghanistan, Ethiopia, Kenya, Somalia, Sudan dan Yaman. Namun kesepakatan itu secara resmi berakhir tepat setelah tengah malam pada hari Selasa waktu Istanbul (21:00 GMT). Dimana kapal kargo dapat melewati Laut Hitam dari pelabuhan Odesa, Chornomorsk dan Yuzhny / Pivdennyi.

Di sisi lain Presiden Rusia, Vladimir Putin telah lama mengeluhkan, bahwa bagian dari kesepakatan yang memungkinkan ekspor makanan dan pupuk Rusia belum dijalankan. Rusia juga menyoroti bahwa sanksi Barat membatasi ekspor pertanian. Putin berulang kali mengancam akan menarik diri dari perjanjian.

Kementerian luar negeri Rusia pada hari Senin mengulangi keluhan ini, menuduh Barat melakukan "sabotase terbuka" dan "egois" dengan menempatkan kepentingan komersial kesepakatan di atas tujuan kemanusiaannya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rekomendasi
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berita Terkini
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Infografis
Untuk Lawan Rusia, AS...
Untuk Lawan Rusia, AS Kirim 90 Rudal Patriot dari Israel ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved