Weaponization of Food oleh Rusia Bahayakan Jutaan Orang Miskin di Dunia

Kamis, 20 Juli 2023 - 15:03 WIB
loading...
Weaponization of Food...
Sikap Rusia atas lalu lintas ekspor biji-bijian di Laut Hitam disesalkan AS. Foto/Ilustrasi/Credendo
A A A
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) sangat menyesalkan keputusan Rusia yang menangguhkan partisipasi dalam Black Sea Grain Initiative. Langkah "weaponization of food" atau menjadikan pangan sebagai senjata, yang terus-menerus dilakukan oleh Rusia dianggap membahayakan jutaan orang yang rentan di seluruh dunia.

Baca juga: Harga Gandum Melonjak Usai Rusia Peringatkan Semua Kapal ke Pelabuhan Ukraina Jadi Target

The Black Sea Grain Initiative adalah prakarsa transportasi biji-bijian Laut Hitam yang merupakan persetujuan antara Rusia dan Ukraina yang dimediasi oleh PBB dan Turki untuk mengurangi dampak krisis pangan global akibat perang antara kedua negara.

Antony J. Blinken, Sekretaris Negara AS, mengatakan sejak Agustus 2022, The Black Sea Grain Initiative telah mengirimkan lebih dari 32 juta metrik ton biji-bijian dan bahan makanan Ukraina ke dunia, termasuk beberapa wilayah yang paling rawan pangan di dunia seperti Semenanjung Afrika Timur (Horn of Africa), Sahel, Yaman, dan Afghanistan.

"Secara lebih luas, setiap pengiriman di bawah Inisiatif telah berkontribusi untuk mengurangi kesulitan di negara-negara termiskin di dunia, karena membawa biji-bijian ke pasar dunia menurunkan harga pangan untuk semua," kata Antony, dikutip dari situs Kementerian Luar Negeri AS, Kamis (20/7/2023).

Menurut Antony, terlepas dari klaim Rusia, PBB telah memfasilitasi rekor ekspor makanan Rusia, berkoordinasi dengan sektor swasta dan dengan AS, UE, dan Inggris untuk mengklarifikasi setiap kekhawatiran yang diajukan oleh Rusia.

"Seperti yang telah kami perjelas secara konsisten, tidak ada sanksi G7 yang diterapkan pada ekspor makanan dan pupuk Rusia. Sayangnya, Rusia tidak berkontribusi pada Program Pangan Dunia, dan ekspornya berfokus pada negara berpenghasilan tinggi, bukan negara termiskin di dunia," jelas Antony.

Antony melanjutkan, keputusan ini konsisten dengan hak veto Rusia pekan lalu terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengesahkan ulang bantuan kemanusiaan lintas batas yang penting bagi warga Suriah. Sebuah tindakan sinis merugikan yang paling rentan di dunia.

Amerika Serikat berterima kasih kepada PBB dan Turki atas pekerjaan mereka untuk memperluas Black Sea Grain Initiative yang menyelamatkan nyawa dan membawa biji-bijian Ukraina dan Rusia ke pasar dunia.

Baca juga: WMO Sebut Suhu Panas Ekstrem Akan Memicu Meningkatnya Serangan Jantung

"Kami mendesak Pemerintah Rusia untuk membatalkan keputusannya, untuk melanjutkan negosiasi, dan untuk memperluas serta sepenuhnya menerapkan Inisiatif segera untuk kepentingan jutaan orang yang bergantung pada biji-bijian Ukraina," tandas Antony.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Rekomendasi
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Ruben Onsu Desak KPAI...
Ruben Onsu Desak KPAI Prioritaskan Dugaan Eksploitasi Anak, Bukan Isu Nafkah
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Berita Terkini
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Rawan Koreksi, Bakal Menguji Level 5.723-5.784
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved