Diidamkan WNI, Singapura adalah Negeri Sempit tanpa Harta Karun tapi Kaya Raya

Sabtu, 22 Juli 2023 - 13:30 WIB
loading...
Diidamkan WNI, Singapura...
Singapura merupakan salah satu pusat bisnis dunia. Foto/Reuters
A A A
JAKARTA - Banyaknya WNI atau mahasiswa Indonesia yang menjadi warga Singapura memang tak lepas dari daya tarik Negeri Singa itu. Meski, luas wilayahnya sempit dan sedikit sumber daya alam, namun Singapura adalah negara yang paling tajir di ASEAN.

Baca juga: Banyak WNI Pindah Jadi WN Singapura, Bahlil: Jangan Mau Senang Sendiri

Singapura adalah negeri sedaun kelor. Luas negara ini hanya sekitar 722,5 km2, cuma lebih luas 62 km2 dibanding Jakarta. Meski punya lahan lebih luas, namun jumlah penduduknya kalah telak dibanding Jakarta.

Jumlah penduduk Singapura hanya 5,6 juta jiwa, sedangkan DKI lebih dari 10 juta jiwa. Malahan kalau siang hari, "jumlah penduduk" DKI bisa lebih banyak lagi, dengan masuknya para pekerja urban.

Sudah sempit, sebagian besar wilayah Singapura adalah dataran pantai dan rendah dengan bagian tengah terdapat perbukitan, seperti Bukit Mandai, Bukit Lanjang, Bukit Timah dan Bukit Kalang. Lantaran bentangan alam seperti di atas, menyebabkan harta karun atau jenis tambang dari Singapura hanya sedikit. Cadangan timah dan bijih besi yang dikandung di Singapura, jika ditambang, hasilnya tak akan mampu memenuhi kebutuhan.

Lagi pula, dengan luas yang kecil, tak memungkinan Pemerintah Singapura mengizinkan perusahaan mengeduk harta karun itu. Sudah merusak lingkungan, cakupan wilayah untuk penduduknya juga akan berkurang. Apalagi, Singapura sangat memerhatikan kelestarian lingkungan.

Beda dengan Indonesia, luas, banyak harta karun, dan rada tak peduli dengan lingkungan. Sepanjang bisa mendatangkan uang triliunan, pengedukan harta karun di Indonesia sah-sah saja dilakukan.

Meski sempit dan penduduknya sedikit, tanpa harta karun pula, namun Singapura adalah "raja" di kawasan ASEAN. Mengutip data Bank Dunia, PDB per kapita Singapura USD82.807 pada 2022. Bandingkan dengan Indonesia yang pendapatan per kapitanya hanya USD4.788. Pendapatan per kapita adalah pendapatan rata-rata semua penduduk di suatu negara.

Cadangan Devisa Singapura dilaporkan sebesar USD317,2 miliar pada Juni 2023. Sementara cadangan devisa Indonesia "cuman" USD137,5 miliar, tak sampai separuh Singapura. Lantas dari mana semua "kekayaan" Singapura itu berasal.

Tak lain dan tak bukan adalah letaknya yang strategis. Berada di lalu lintas perdagangan dunia, Singapura merupakan salah satu negara yang menjadi tempat singgah kapal-kapal perdagangan. Makanya, salah satu pelabuhan di negara itu menjadi yang terpadat di dunia.

Dari sini Singapura kemudian mengembangkan negaranya menjadi "pasar" antara pembeli dan penjual dari berbagai belahan dunia. Singapura juga kemudian mengembangkan ekonominya dengan menjadi eksportir produk-produk yang dibeli dari negara lain.

Untuk bisa menarik sejumlah perusahaan dunia mendirikan kantor di negaranya, Singapura memberikan sejumlah insentif, salah satunya insetif pajak. Singapura termasuk negara suaka pajak dunia karena menawarkan beberapa keringanan pajak, seperti tarif pajak perusahaan dan pajak pribadi golongan teratas yang relatif lebih rendah.

Singapura juga tidak memungut pajak atas keuntungan modal. Makanya negara ini pun dijuluki suaka pajak (tax haven). Singapura juga dijuluki sebagai negara yang ramah dengan kegiatan usaha. Tujuannya menarik sebanyak-banyaknya perusahaan berkantor di Singapura, sehingga tercipta banyak lapangan kerja buat warga negaranya.

Baca juga: 6 Kampus FISIP Terbaik di Indonesia Beserta Biaya Kuliahnya, Simak Informasinya

Singapura juga mampu "menginvansi" Indonesia dengan investasi. Sejak 2017, investasi negeri Singa itu selalu jadi yang terbesar di Indonesia. Tahun lalu investasi asal Singapura di Indonesia mencapai tembus USD10 miliar.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
10 Rute Penerbangan...
10 Rute Penerbangan Internasional Tersibuk di Dunia, Jakarta-Singapura Masuk Daftar
Tok! Eksportir SDA Wajib...
Tok! Eksportir SDA Wajib Pulangkan 100% Devisa Hasil Ekspor ke Dalam Negeri Mulai Juni 2026
Mengulik Biang Kerok...
Mengulik Biang Kerok Terkaparnya Rupiah Lawan Dolar Singapura ke Rp14.000, Sesuai Ramalan?
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Rekomendasi
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Tujuh Negara Minim Sumber...
Tujuh Negara Minim Sumber Daya Alam tapi Kaya Raya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved