Bukan Basa-Basi, 50 Investor Sudah Masuk Kawasan Industri
Selasa, 28 Juli 2020 - 15:19 WIB
loading...
A
A
A
"Bila dilihat asal negaranya, dari 29 investor asing yang masuk ke Indonesia, 10 investor berasal dari Korea Selatan, 7 investor Jepang, 3 investor China, 1 investor Amerika Serikat, dan lain-lain. Bisnis yang dominan dibuka oleh para investor baru ini tersebar di beberapa sektor mulai dari automotif dan turunannya. Kemudian sektor makanan, logistik, kimia, dan industri manufaktur lainnya," jelasnya.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pihaknya selama ini proaktif menggaet investor sektor industri yang potensial untuk menanamkan modalnya di Indonesia, termasuk bagi yang ingin merelokasi pabriknya. Sektor-sektor yang menjadi incaran, antara lain industri padat karya, substitusi impor, dan berteknologi tinggi.
"Kami mendorong investasi ini untuk memproduksi barang-barang pengganti-impor serta meningkatkan penggunaan bahan baku yang diproduksi secara lokal dan barang setengah jadi," tuturnya.
Menurut Agus, di tengah dampak pandemi Covid-19, ada pelajaran berharga yang didapat yakni mengetahui seberapa dalam struktur manufaktur di dalam negeri. Hal ini terlihat karena Indonesia masih butuh beberapa bahan baku atau barang modal dari negara lain, baik itu hasil sektor hulu maupun intermediate. "Jadi, apabila negara asal tersebut sedang terguncang, kita juga ikut terpengaruh," ujarnya.
(Baca Juga: Bye China, Perusahaan Taiwan Ini Relokasi Pabriknya ke Indonesia)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pihaknya selama ini proaktif menggaet investor sektor industri yang potensial untuk menanamkan modalnya di Indonesia, termasuk bagi yang ingin merelokasi pabriknya. Sektor-sektor yang menjadi incaran, antara lain industri padat karya, substitusi impor, dan berteknologi tinggi.
"Kami mendorong investasi ini untuk memproduksi barang-barang pengganti-impor serta meningkatkan penggunaan bahan baku yang diproduksi secara lokal dan barang setengah jadi," tuturnya.
Menurut Agus, di tengah dampak pandemi Covid-19, ada pelajaran berharga yang didapat yakni mengetahui seberapa dalam struktur manufaktur di dalam negeri. Hal ini terlihat karena Indonesia masih butuh beberapa bahan baku atau barang modal dari negara lain, baik itu hasil sektor hulu maupun intermediate. "Jadi, apabila negara asal tersebut sedang terguncang, kita juga ikut terpengaruh," ujarnya.
(Baca Juga: Bye China, Perusahaan Taiwan Ini Relokasi Pabriknya ke Indonesia)
Lihat Juga :